Topik
Infografis
Tak Mau Angket Century Melempem, Ribuan Massa GIB Kawal Paripurna Dewan
TEMPO Interaktif, Jakarta - Ribuan massa akan mengurung komplek Gedung Dewan Perwakilan Rakyat/Majelis Permusyawaratan Rakyat Senayan Jakarta hari ini. Massa yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini menyatakan ingin mengawal Panitia Khusus Hak Angket Bank Century agar saat Sidang Paripurna penyampaian kesimpulan angket tidak melempem.
Aktivis Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (Kompak) Adhie Massardi mengatakan, akan ada sekitar lima ribu massa dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) yang akan turun. Jumlah tersebut akan ditambah dari kelompok kalangan petani, buruh, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jakarta, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). “Under control GIB ada lima ribu,” kata Adhie kepada <I>Tempo<I> semalam.
Menurut Adhie, demo nanti hanya akan dikonsentrasikan di komplek Senayan. Massa juga akan diinstruksikan untuk simpan energi karena kemungkinan rapat yang bisa molor sampai tanggal 4 Maret. Oleh karena itu, Adhie akan memantau sidang pada hari pertama terlebih dahulu. Jika dirasa tidak memuaskan, ia mengatakan akan menambah massa lebih lanyak lagi.
Lebih lanjut, menurut Adhie, demo yang akan dimulai pukul 12 siang itu menuntut Sidang Paripurna Dewan untuk merekomendasikan kepada Presiden untuk memberhentikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan melanjutkan eksekusi politik kepada Wakil Presiden Boediono. “Tuntutan kita, Dewan harus eksekusi politik untuk dua orang itu,” tegas Adhie.
Ia berharap kualitas hasil Sidang Paripurna nanti tidak melempem. Sebab dua lembaga, yaitu Badan Pemeriksa Keuangan dan Panitia Khusus Angket Century telah menyatakan <I>bailout<I> Century bermasalah. Ia juga mengatakan, jika harus terjadi voting, voting harus dilakukan secara terbuka.
Adhie juga mengharapkan agar Dewan memenuhi rasa keadilan masyarakat dalam Rapat Paripurna nanti. “Kami tidak akan hina lambang negara, asal Dewan juga tidak menyinggung rasa keadilan masyarakat,” pungkas Adhie.
ARIE FIRDAUS