indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Sidang DPR Ricuh, Sesama Anggota Dewan Tarik-Menarik

Sidang DPR Ricuh,  Sesama Anggota Dewan Tarik-Menarik

Sidang Paripurna DPR ricuh, sejumlah anggota DPR mendatangi meja pimpinan sidang, sambil berteriak, memprotes keputusan Ketua DPR Marzuki Alie, di Gedung DPR Jakarta, (2/3). ANTARA/Andika Wahyu

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI hari ini berlangsung ricuh. Akibatnya, sempat terjadi tarik-menarik di antara sejumlah anggota Dewan, salah satunya adalah anggota Panitia Angket dari Partai Hanura, Akbar Faisal.

Awalnya, Akbar mendatangi meja pimpinan untuk membacakan tata tertib DPR. Namun, aksinya itu menimbulkan reaksi dari anggota Dewan lainnya. Walhasil, sejumlah anggota DPR terlihat mendatangi Akbar dan menariknya agar segera menjauh dari podium. "Saya rasa anggota Dewan yang pertama kali menarik saya, kemudian baru Pamdal. Saya tidak terlalu jelas," kata Akbar dalam keterangannya seusai kejadian, di Gedung DPR, Selasa (2/3).

Menurut Akbar, ia melakukan hal itu sebagai reaksi atas sikap pimpinan DPR yang membuka kesempatan bagi Partai Demokrat untuk menyampaikan novum baru dalam kasus Century. "Mengapa tidak disampaikan dalam rapat Panitia Angket sebelumnya. Dalam hal ini, pemimpin rapat melakukan tindakan otoriter dan mencederai konstitusi," kata Akbar.

Sidang Paripurna DPR RI hari ini mengagendakan pembacaan laporan akhir Panitia Khusus Hak Angket Bank Century. Namun, karena sempat diwarnai kericuhan, maka sidang pun ditunda hingga pukul 14.00 WIB. Wakil Ketua DPR, Priyo Budi santoso, mengagendakan untuk mengadakan rapat pimpinan DPR RI untuk menyikapi masalah tersebut.

EVANA DEWI

Komentar (3)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Marzuku Ali, Roy Suryo, Ruhut Sitompul, Mubarok, dll. adalah contoh produk gagal demokrasi Indonesia. Bagaimana mungkin orang-orang asusila semacam itu dapat masuk gedung parlemen, menjadi orang-orang yang dihormati mewakili rakyat? Oleh karehna itu, sekali lagi, jangan salah pilih di tahun 2014 nanti.
0
0
Yang para maling harus kelaut
0
0
semua hanya main ketoprak ya
Wajib Baca!
X