Seorang anggota DPR membanting botol minuman dalam kemasan memprotes keputusan Ketua DPR Marzuki Alie saat Rapat Paripurna DPR di Gedung DPR, Jakarta, (2/3). ANTARA/Andika Wahyu
Topik
Infografis
Dewan Kecam Marzuki yang Melarikan Diri
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepemimpinan Ketua DPR Marzuki Ali dalam Sidang Paripurna, Selasa (2/3), mendapat kecaman pedas dari kalangan DPR sendiri. Sebagai pimpinan sidang, Marzuki dinilai tak pantas melarikan diri dari sidang setelah hujan intrerupsi berlangsung.
Anggota DPR dari PKS Andi Rahmat mengatakan kepemimpinan Marzuki dalam DPR sebagai under-qualified. "Pak Marzuki tidak punya kualifikasi sebagai pimpinan dewan," kata Andi Rahmat. Menurut dia, apa yang ditunjukkan Marzuki lebih cocok sebagai pimpinan DPRD Kabupaten.
Sidang Paripurna DPR yang agendanya membahas kesimpulan dan rekomendasi Pansus Century berlangsung ricuh. Kericuhan terjadi usai Ketua Panitia Khusus Angket Century Idrus Marham membacakan hasil kesimpulan dan rekomendasi pansus. Saat itu, badai interupsi terjadi yang memperdebatkan apakah paripurna harus langsung kepada agenda pengambilan keputusan atas laporan pansus atau tidak.
Anggota Fraksi Golkar Bambang Soesatyo meminta agar Paripurna langsung mengambil keputusan yang dimaksud. "Ada yang belum dibacakan oleh Ketua Pansus Idrus Marham tentang kesepakatan pansus tadi malam, bahwa PDIP, Golkar, Hanura, dan Gerindra meminta agar segera dilakukan pengambilan keputusan dalam sidang paripurna ini," kata Bambang. Kesepakatan itu juga memuat bahwa tidak perlu lagi adanya pembacaan pandangan fraksi, karena pandangan itu sudah dilakukan di tingkat pansus.
Usai Bambang bicara, suasana gaduh mulai terasa. Sahut-sahutan anggota DPR yang menginginkan interupsi diabaikan Marzuki. "Interupsi pimpinan. Interupsi pimpinan...," begitu suara-suara itu lantang terdengar. Suasana menjadi makin kacau saat beberapa anggota Dewan saling berebut interupsi.
Bisa diduga badai interupsi dilakukan karena mereka menolak pendapat Bambang. Didi Irawadi Syamsuddin yang sempat diberi kesempatan mengatakan, tak setuju jika keputusan langsung diambil untuk menyikapi laporan pansus ini. "Hak konstitusi anggota untuk dibagikan dulu apa yang dibacakan Pak Idrus," kata Didi.
Kepentingan yang berbeda ini mengundang interupsi-interupsi yang lebih garang. Melihat kondisi ini, Marzuki tak mau ambil pusing. Dia dengan enteng mengatakan Sidang Paripurna akan diskors untuk dilanjutkan besok. Saat itu permintaan interupsi bertubi-tubi datang. Tak sabar interupsi tak ditanggapi, sejumlah anggota Dewan mendekati meja pimpinan. Mereka melakukan itu karena ternyata semua mikropon juga mati.
Anggota yang berkerumun di meja pimpinan mulai tak terkendali. Mereka memprotes Marzuki. Marzuki pun segera ambil langkah instan. Sidang diskors dan diapun mengungsikan diri ke ruang VIP I yang terletak di sebelah kiri ruang sidang.
Melihat tindakan Marzuki, Andi mengatakan bisa saja Marzuki dilaporkan ke Badan Kehormatan. "Dia kapten kapal tapi melarikan diri," kata dia. Ditemui secara terpisah, Ketua Badan Kehormatan DPR Gayus Lumbuun mengatakan patut diduga apa yang dilakukan Marzuki sudah didesain. "BK siap memproses kalau ada laporan," kata dia.
Idrus Marham pun menyesalkan tindakan Marzuki. "Itu sangat teknis. Tidak substansif. Kalau banyak interupsi, seharusnya diskor beberapa menit saja, bukan ditutup," kata dia, "Perjalanan pansus seakan terdegradasi dengan masalah ini."
AMIRULLAH
Web via