foto

TEMPO/Yosep Arkian

Pemerintah Terus Cari Solusi Tomboki Gas Industri

TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah masih mencari solusi yang tepat untuk mengatasi berkurangnya alokasi gas untuk bahan bakar industri. "Masih akan kita rapatkan dulu," ujarnya usai rapat koordinasi menteri di Gedung Kementerian Perekonomian, Jakarta, Selasa (2/3).

Pemerintah berencana mengurangi alokasi gas untuk bahan bakar industri sebesar 20 persen mulai 1 April 2010 karena berkurangnya pasokan dari hulu. Rencana ini ditentang oleh para pengusaha industri dan meminta pemerintah untuk mengkaji ulang.

Menteri Perindustrian M.S. Hidayat justru mendesak kalangan industri menghemat penggunaan gas hingga 20 persen dari alokasi. Jika ada kelebihan pemakaian, pemerintah akan memberlakukan biaya tambahan (surcharge). "Tapi harus ada <I>win-win solution<I> agar industri jangan ditutup akibat kesulitan gas," kata Hidayat.

Wacana penghematan pemakaian gas muncul dari PT PGN. Penghematan diperlukan akibat menurunnya produksi dari blok gas di Sumatera Selatan, yang saat ini dikuasai oleh ConocoPhillips. Mengenai kurangnya pasokan gas, Hatta mengatakan, pemerintah masih menjaga pasokan dari beberapa blok. "Kita masih punya Cepu dan Kangean," tutur Hatta.

Rapat koordinasi mengenai minyak dan gas akan digelar Kamis (4/3) di Gedung Kementerian Perekonomian bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), serta Pertamina.

PUTI NOVIYANDA