Ratusan Ribu Meter Kubik Air PDAM Kabupaten Malang Terbuang

TEMPO Interaktif, MALANG - Sebanyak 33 persen hingga 38,7 persen atau setara dengan 712.815 hingga 826.816 meter kubik air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Malang terbuang percuma akibat rusaknya jaringan pipa.

Menurut Direktur Teknik PDAM Bambang Sukamto, jika dihitung dengan asumsi harga air Rp 1.000, maka nilai kerugian Rp 826.816 juta per bulan. Namun dia menganggap kerugian itu wajar.

Bambang menjelaskan 30 persen pipa sudah tua yang merupakan warisan kolonial Belanda. Kondisi pipa keropos dan dan sudah berulang kali dilakukan penambalan. Pipa tua itu terdapat di Kecamatan Karangploso, Pujon, Lawang, dan Kecamatan Kepanjen.

Kebocoran harus diatasi agar mencapai batas toleransi 20 persen seperti ditetapkan Kementrian Dalam Negeri. Sedangkan untuk memperbaikinya membutuhkan biaya sangat besar.

Berdasarkan data TEMPO, tingkat kebocoran air dalam kurun 2007-2008, rata-rata 37 persen dan merugikan perusahaan Rp 2 miliar. Nilai kerugian diketahui dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan. Tingkat kehilangan air menjadi indikator sehat atau tidaknya kinerja PDAM. Jika angka kehilangan kurang dari 20 poersen, maka sebuah PDAM mendapatkan nilai empat atau nilai terbaik.

Kendati terjadi kehilangan air, Bambang mengklaim kinerja PDAM makin meningkat. Salah satu indikatornya, penyediaan air bersih sudah menjangkau 23 dari 33 kecamatan. Hingga Mei 2009, PDAM sudah membangun 65.869 sambungan rumah dengan pelanggan sebanyak 69.288 sambungan rumah. Seluruh bahan baku air diambil dari 39 sumber air yang terdiri dari 34 titik mata air, tiga titik air bawah tanah, dan dua titik air permukaan. ABDI PURMONO.