Topik
Para PSK Tolak Gunakan Kondom Perempuan
TEMPO Interaktif, Blitar - Pemberian kondom perempuan (female condom) secara gratis ternyata tidak membuat para pekerja seks komersial bersedia menggunakan alat kontrasepsi itu saat berparktik. Setidaknya, itulah yang dilakukan para PSK di kawasan Kediri dan Blitar, Jawa Timur.
Apa alasannya? Kondom perempuan itu ternyata mengeluarkan suara berisik saat mereka berasyik-masyuk dengan pelanggan. "Jadi mereka merasa risih," kata Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Hari Purwanto, di Blitar, Rabu (03/03).
Menurut Hari, keluhan itu disampaikan para PSK di Desa Kendalrejo, Kecamatan Srengat, dan PSK di lokalisasi Tanggul Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun serta lokalisasi Ngreco, Desa Gampengrejo, Kecamatan Selorejo.
Menurut dia, dalam sosialisasi kondom perempuan yang dilakukan relawan Komite Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) setempat, mereka dengan terang-terangan menolak alat pengaman tersebut.
Menurut data Dinas Kesehatan, jumlah PSK di tiga lokalisasi di Kabupaten Blitar mencapai 200 orang. Setiap hari mereka melakukan hubungan seksual dengan pria hidung belang tanpa pengaman sedikitpun. ”Padahal kami sudah memberikan kondom gratis kepada mereka,” keluh Hari.
Untuk itu KPAD bersama Dinas Kesehatan akan kembali melakukan sosialisasi kepada PSK. Diharapkan penggunaan kondom ini akan mengurangi resiko penularan penyakit HIV/AIDS. Saat ini KPAD telah membagikan 1992 kondom perempuan kepada 200 PSK di Kabupaten Blitar. ”Mereka hanya kurang terbiasa saja,” kata Hari.
HARI TRI WASONO





