Topik
Kawasan Borobudur Akan Ditata Ulang
TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) menyatakan akan menata ulang kawasan Candi Borobudur melalui pemperbaharuan. Badan Kebudayaan PBB, UNESCO mendesak TWC untuk segera melakukan penataan ulang karena master plan tahun 1975 tidak lagi sesuai dengan penggunaan tata ruang yang ada. Jika tak segera ditata, Borobudur terancam dicopot statusnya sebagai warisan budaya dunia.
Dalam rencana pembangunan baru keselarasan tata ruang dan pelestarian lingkungan seluruh kawasan menjadi fokus utama. Pada master plan lama, hanya candinya yang dilestarikan. Penataan baru meliputi penggunaan tanah untuk pembangunan jalab, akses desa wisata, airport, hotel dan berbagai kegiatan wisata lainnya. Kawasan yang ditata sekitar 5000 hektar.
Dengan master plan baru, kawasan sekitar Borobudur akan dirubah citranya menyesuaikan suasana saat Borobudur dibangun. “Kami akan membangun citra desa wisata yang ramah lingkungan,” ujar komisaris Utama TWC S.D. Darmono usai penyerahan Master Plan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata di Jakarta, Rabu (3/3).
Darmono menyatakan belum tahu persis berapa pendanaa yang diperlukan untuk konstruksi selanjutnya (engineering plan). “Kalau pembuatan master plannya butuh Rp 400-500 juta,” ujar Darmono.
Darmono menambahkan pendanaan akan dibagi berdasar kewenangan. Pemerintah bertanggung jawab pada pembangunan infrastrukturnya. Pemerintah masih terbagi menjadi Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian terkait, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Magelang, dan Angkasa Pura. Swasta yang membangun usaha wisatanya.
Yang mendesak harus dibangun adalah pelebaran jalan Magelang ke Blondo sepanjang 50 km, perpanjangan runway airport sepanjang 500 m, dan perluasan akses desa wisata sepanjang 10 km.
Penataan ulang ini berpotensi merelokasi sejumlah penduduk ke tempat lain. “Jikalau nanti ada rakyat yang harus direlokasi, pasti akan ada kompensasi yang pantas,” tutur Darmono.
ARYANI KRISTANTI