TEMPO/Dwianto Wibowo
Topik
Harga Gabah Merosot
TEMPO Interaktif, Lebak - Memasuki musim panen raya, harga gabah di Kabupaten Lebak, Banten, anjlok. Hal itu terjadi lantaran tengkulak membeli gabah kering pungut (GKP) dan gabah kering giling (GKG) jauh dibawah harga yang ditetapkan pemerintah.
“Kami minta pemerintah dan badan urusan logistik (BULOG) mau menampung gabah petani agar mereka tidak mengalami kerugian," kata Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Pertanian Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak Provinsi Banten, Yuntani.
Saat ini harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani hanya mencapai Rp 2.500 per kilogram dan gabah kering pungut (GKP) Rp 2.200 per kilogram.
Dengan harga itu, kata dia, petani akan mengalami kerugian karena harganya di bawah harga pembelian pemerintah (HPP). Sementara, saat ini HPP untuk GKP Rp 2.640 per kilogram dan GKG Rp 3.300 per kilogram. "Saya kira petani lebih baik menyimpan gabah dan sambil menunggu kepastian pemerintah daerah yang akan menampung disesuaikan harga pembelian pemerintah (HPP)," katanya.
Sebelumnya, para petani diwilayah tersebut menjual gabah diatas harga HPP, yakni sebesar Rp 3.500 per kilo gram.
Ketua Kelompok Kebon Tiwu, Desa Sipayung Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak , H. Diding mengatakan, saat ini para petani memilih untuk menunda menjual gabah karena harganya anjlok.
Petani ingin menjual gabahnya dengan harga Rp 2.500 per kilo gram untuk gabah kering pungut (GKP), dan Rp 3000 per kilo gram untuk gabah kering giling (GKG). "Jika harga sebesar itu para petani akan menikmati keuntungan, meski harga tersebut masih dibawah HPP," ujar Diding.
WASI’UL ULUM





