Topik
Pemerintah Jawa Timur Batal Meresmikan Pelabuhan Tanjung Wangi Sebagai Pelabuhan Perdagangan Internasional
TEMPO Interaktif, BANYUWANGI - Sekretaris Kabupaten Banyuwangi Sukandi mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur membatalkan rencana peresmian Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, sebagai pelabuhan perdagangan internasional pada 15 Maret mendatang.
Menurut Sukandi, Pemerintah Jawa Timur menilai Pelabuhan Tanjung Wangi belum siap untuk melayani perdagangan internasional. Semula Pemerintah Provinsi Jawa Timur merencanakan membagi kepadatan arus bongkar muat internasional dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, ke Pelabuhan Tanjung Wangi.
"Masih banyak yang harus dipersiapkan," kata Sukandi kepada wartawan usai pertemuan Kamar Dagang Indonesia, Pelindo III, dan perusahaan pelayaran, di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Kamis (4/3).
Pembatalan peresmian ini sudah terjadi ketiga kalinya. Sebelumnya, rencana serupa pernah terjadi tahun 2003 dan 2007.
Sukandi mengatakan, kesiapan yang belum rampung terkait belum adanya jadwal antara kedatangan kapal dengan perusahaan yang akan mengimpor barangnya. Jadwal kapal yang tak menentu, membuat perusahaan ekspor-impor enggan memakai jasa di pelabuhan Tanjung Wangi.
Padahal potensi keberangkatan barang milik perusahaan ekspor-impor yang melewati Banyuwangi mencapai 1.600 kontainer per bulan.
Direktur PT Pancaran Gita Bahari Tantekho mengatakan, kedatangan kapal sebenarnya sudah terjadwal. Namun karena selama ini sosialisasi masih minim menyebabkan perusahaan ekspor-impor belum memiliki informasi jadwal kedatangan kapal di pelabuhan Tanjung Wangi. "Perusahaan kami sudah siap," katanya.
Menurut Tantekho, perusahaannya menyiapkan lima kapal berupa dua unit kapal kargo berkapasitas 50 TEU's, dua unit kapal berkapasitas 280 TEU's dan satu kapal dengan kapasitas 120 TEU's. Kapal-kapal tersebut direncanakan berangkat setiap satu pekan sekali. IKA NINGTYAS.