Boediono. ANTARA/Saptono
Topik
Infografis
PPP: Boediono Bisa Tidur Nyenyak
TEMPO Interaktif, Jakarta - Sekretaris Fraksi PPP Romahurmuziy menyatakan Wakil Presiden Boediono tetap bisa tidur nyenyak meski Sidang Paripurna DPR terkait Kasus Bank Century tadi malam merekomendasikan opsi C alias menilai dana talangan terhadap Century bermasalah dan melanggar ketentuan hukum. Sebab, meski opsi C terpilih, namun tidak ada satu fraksi pun yang berkeinginan untuk menggunakan hak menyatakan pendapat.
"Pak Boediono bisa tidur nyenyak, karena saat ini yang dihadapi proses hukum," kata Roma, di gedung DPR, Kamis. "Kesimpulan dan rekomendasi semalam tidak ada menyebut hak menyatakan pendapat," ia melanjutkan.
Menurut Roma, ujung proses panitia angket menyangkut dua hal, yaitu hukum tata negara dan hukum pidana. Hukum tata negara akan berlaku pada dua pihak, yaitu presiden dan wakil presiden dengan forum yang digunakan adalah hak menyatakan pendapat. Adapun hukum pidana dan administrasi negara diproses penegak hukum dan unit kerja di nstansi terkait. "Kalau salah di administrasi, silakan diberhentikan, DPR tidak dalam kewengan eksekutorial," kata Roma, "Jadi memang (proses) politik sudah ditendang ke eksekutif."
Meski tidak merekomendasikan hak menyatakan pendapat, Roma melanjutkan, secara moral politik ada delegitimasi politik pada nama-nama yang disebut, seperti Dewan Gubernur, Boediono, dan Sri Mulyani. "Secara politik, kalau mengedapankan politik berbasis moral, itu akan menjadi beban tersendiri," kata dia. Tapi, Roma tak memungkiri jika presiden berhak mempertahankan orang-orang yang dipercayai itu. "Akan menjadi beban politik bagi pemerintahan, tapi kalau Presiden mampu, ya, silakan," kata dia.
AMIRULLAH
Web via