Panjang Ikan raja hering bisa mencapai belasan meter. Tampak betapa panjang salah satu yang terdampar di Meksiko pada 2007. Di Jepang, kemunculan ikan laut dalam ini dipercaya sebagai pertanda bakal datangnya gempa. (Foto: bloodydecks.com)
Topik
Ikan Pemberi Isyarat Gempa Datangi Jepang
TEMPO Interaktif, Jakarta - Ikan raksasa raja hering (Regalecus glesne) mulai bermunculan di permukaan laut Jepang. Sebagian warga negeri matahari terbit itu cemas karena kemunculan ikan yang habitatnya di laut dalam itu, secara tradisional, dianggap pertanda bakal datangnya gempa besar.
Gempa besar baru saja menghancurkan Haiti dan pesisi Pasifik Cile. Jepang, yang berada di pesisir Pafisik berseberangan dengan Cile, juga berada di wilayah yang rawan gempa.
Kecemasan terjadinya gempa bertambah karena kemunculan ikan raja hering (Regalecus glesne) di perairan Jepang. Ikan ini kalangan tradisional Jepang sebagai Pembawa Pesan dari Istana Dewa Laut.
Ikan ini jarang tampak atau tertangkap nelayan karena ia biasa ditemukan di kedalaman sekitar 1.000 meter. Sangat jarang ikan yang sekilas mirip ular (atau malah naga?) itu raun-raun di kedalaman kurang dari 2.000 meter..
Tapi dalam beberapa pekan terakhir, ada puluhan raja hering yang terdampar di pantai (seperti paus ia sering terdampar) atau terperangkap jaring nelayan Jepang.
Setidaknya ada 10 raja hering yang terdampar dan terperangkap jaring nelayan di Prefektur (semacam provinsi) Ishikawa. Beberapa tertangkap jaring di Prefektur Toyopa. Yang lain dilaporkan muncul di prefektur Kyoto, Shimane, dan Nagasaki. Semua wilayah itu berada di kawasan utara Jepang.
Menurut legenda Jepang, raja hering ini muncul dari kedalaman untuk membawa pesan bakal akan datangnya gempa bumi. Mirip dengan kepercayaan di Indonesia bahwa salah satu isyarat gunung bakal meletus jika binatang di hutannya sudah turun gunung.
Ada yang berteori bahwa ikan panjang sekali ini mungkin sensitif terhadap gerakan seismik menjelang terjadinya gempa bumi. Jadi, begitu ia merasa bakal ada gempa, ikan pemakan plankton itu beramai-ramai ke permukaan laut sehingga terdampar atau terperangkap jaring.
Tapi bagi ahli Jepang sendiri, mereka menyatakan bahwa hubungan ikan hering raksasa dengan gempa hanya tahayul. "Tidak ada hubungan ilmiah antara penampakan itu dengan gempa," kata Hiroshi Tajihi, Deputi Direktur Pusat Gempa Kobe.
DAILY TELEGRAPH/NURKHOIRI
Web via