Topik
Ericsson Siap Gelar Teknologi LTE
TEMPO Interaktif, Bandung - Penyedia layanan telekomunikasi Ericsson mengharapkan pemerintah segera mengeluarkan aturan kebijakan lisesi teknologi LTE (4G). Terutama untuk penempatan frekuensinya.
Dengan keluarnya aturan ini memungkinkan Ericsson menggelar percobaan teknologi tersebut pada tahun ini. “Aturan dan frekuensi ini yang paling penting, kami masih berjuang bersama operator,” ujar President and Country Manager PT Ericsson Indonesia Arun Bansal, disela-sela workshop media di Hotel Sheraton, Sabtu (6/3) kemarin.
Untuk frekuensi, di Indonesia masih terdapat masalah. Meski LTE ini bisa menempati frekuensi 900 atau 1800 namun LTE ini diharapkan menempati frekuensi 2600 Mhz. Sayangnya frekuensi ini saat ini ditempati penyelenggara televisi berbayar, sehingga perlu upaya untuk merelokasinya.
Menurut Arun, Ericsson sudah siap menggelar teknologi itu dan untuk memenuhi permintaan operator akan teknologi lanjutan 3G ini. Begitu izin sudah keluar, kata Arun, Ericsson siap mengirimkannya dari Swedia. Teknologi ini sudah siap kirim dalam satu kontainer paket.
Teknogi LTE ini diklaim mempunyai keunggulan 20 persen lebih baik dari output HSDPA. Menghasilkan kapasitas suara hingga 10 kali lipat, kapasitas data 20 kali lipat lebih banyak, 10 persen jangkauan lebih banyak dan menghemat energi hingga enam kali lipat serta 30 kali lebih banyak memproses mode multi standart seperti GSM, WCDMA dan LTE). Sehingga operator bisa menghemat belanja modal dan biaya operasionalnya.
Pada acara Mobile World Congress di Barcelona baru-baru ini, Ericsson berhasil mencoba kecepatan hingga 1 GB per detik. Radio Solution Engineer PT Ericsson Indra Rahayu menerangkan dalam demo LTE itu dengan kekuatan 20 Mbps mentransfer dengan kapasitas 298 Mbps.
Mereka menambah kekuatan hingga mencapai kapasitas 1GB. Demo tersebut memanfaatkan teknologi multi carrier dan multiple input-mulitple output (MIMO). Data dikirim melalui interface over the air pada empat bit-stream yang independen.
Saat ini Ericsson sudah menandatangani kerja sama kontrak komersial LTE dengan lima operator dunia yakni AT&T , Verizon dan Metro PCS di Amerika Serikat, TeliaSonera di Norwegia dan Swedia, dan Docomo di Jepang.
Sedangkan di Indonesia, Ericsson melayani teknologi telekomunikasi untuk PT Telekomunikasi Indonesia tbk, PT Telekomunikasi Selular, PT Indosat tbk, PT Excelcomindo Axiata, AXIS dan PT Bakrie Telecom tbk.
DIAN YULIASTUTI