foto

Pengamat politik Arbi Sanit. TEMPO/Nickmatulhuda



Arbi Sanit: Pasca Century, Koalisi Masih Dibutuhkan  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengamat Politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit, berpendapat bahwa pasca putusan penyikapan kasus Bank Century oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), koalisi yang kuat di antara partai politik masih dibutuhkan.

“Dalam prinsip bernegara, sebuah negara demokrasi harus didukung oleh kekuatan politik yang riil dan kuat, caranya melalui koalisi partai poltik,” kata Arbi saat dihubungi Tempo, Ahad (7/3).

Menurut Arbi, tanpa adanya koalisi dalam negara demokrasi, akan sulit untuk membangun pemerintahan yang baik dan efektif. “Dari sisi sosiologis dan antropologis, rakyat Indonesia sangat beragam, baik dari suku, agama, dan lainnya,” kata Arbi. Arbi memandang bahwa sistem multi partai sangat tepat untuk mengakomodir keberagaman tersebut. “Oleh karena itu kita membutuhkan koalisi, karena itu cara untuk memperkuat sistem multi partai,” lanjut Arbi.

“Ada dua unsur dalam politik demokrasi, yaitu representasi dan solusi. Namun saat ini orang hanya mengejar representasi, tanpa menawarkan solusi,” kata Arbi. Atau dengan kata lain, lanjut Arbi, orang hanya mabuk hak, namun menafikan kewajiban. Menurut dia, para politisi yang mabuk hak tersebut harus disadarkan akan kewajibannya. Arbi mengkritik kondisi saat ini dimana partai-partai yang ada tidak bisa bekerjasama.

“Tidak bisa bekerjasama adalah salah satu kelemahan sistem multi partai, bahkan harus ada kompromi-kompromi agar sistem multi partai bisa menghasilkan keputusan”

Intinya, lanjut Arbi, koalisi masih dibutuhkan hingga saat ini. "Justru koalisi harus diperkuat," kata Arbi. "Karena ini kembali kepada prinsip bernegara, bahwa untuk membangun pemerintahan yang baik dibutuhkan kekuatan politik yang riil dan kuat," ujarnya.

EVANA DEWI