foto

Mia Wasikowska. darkinthedark.com)



Memulai di Balet, Sukses di Film  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Aktris cantik Mia Wasikowska, 20 tahun, semula tak bercita-cita menjadi pemain film. Sejak kecil, gadis Australia ini sering menari balet. Ia bisa menghabiskan 35 jam menari dalam seminggu. Bagi dia, menonton film cuma hobi. "Saya menonton semua film yang menakjubkan," kata Mia.

Saat berusia 15 tahun, Mia memutuskan menjadi pelakon. Ia menilai balet menuntut kesempurnaan fisik. Sedangkan film, kata dia, tidak menuntut hal itu. Film Blue karya Krzysztof Kieslowski mengilhaminya beralih ke dunia seni peran. "Film menceritakan kehidupan nyata," tuturnya beralasan. Tahun 2004 menjadi awal putri kedua dari tiga bersaudara ini menapaki karier bidang seni peran. Film drama All Saints (1998) adalah debutnya. Film seputar masalah kedokteran ini mendapatkan rating tinggi di Australia dan disiarkan di Selandia Baru, Inggris, Irlandia, Iran, Israel, serta India.  Dalam drama ini, Mia baru mendapat peran pinggiran sebagai Lily Watson untuk dua episode saja, yakni Sins of the Mothers dan Out on a Limb. Selain itu, pada tahun yang sama, perempuan yang juga menyukai fotografi ini menjadi figuran dalam film pendek Lens Love Story. Empat tahun lalu, barulah gadis berdarah Polandia ini mendapat pengakuan publik sebagai pemain film. Australia Film Institute memasukkannya dalam nominasi aktris termuda lewat film Suburban Mayhem. Dalam film yang bercerita tentang dunia kejahatan ini, Mia berperan sebagai Lyla.Dua tahun kemudian, Mia mengadu nasib ke Hollywood, Amerika Serikat. Debutnya di sana, ia main film seri In Treatment milik saluran televisi HBO selama sembilan episode. Ia merasa puas berperan sebagai Sophie, gadis yang menjadi hiperseksual setelah diperkosa oleh guru olahraganya.

Sosok Sophie yang diperankan seperti sosok yang pernah ia kenal. Menurut Mia, orang-orang harus memberi keadilan terhadap gadis seperti Sophie. "Aku benar-benar memahami sosok Sophie," ujarnya.

Mia lalu diajak sutradara Edward Zwick sebagai Chaya dalam film peperangan Defiance. Film yang dirilis dua tahun lalu itu bercerita tentang ulah tentara Nazi memusnahkan umat Yahudi di Belarusia.Setelah itu, pada Juli tahun yang sama, Mia digaet Tim Burton, sutradara film Alice in Wonderland, sebagai pemeran utama. Alice adalah peran utama perdana Mia. Di film produksi Walt Disney ini, ia bermain bersama bintang terkenal, seperti Johnny Depp, Helena Bonham Carter, dan Anne Hathaway.

Toh, seperti penggemar yang bertemu bintang pujaannya, Mia amat gugup saat bertemu dengan tiga aktor Hollywood tersebut. "Saya sering mencubit pipi saya seolah tak percaya," ujarnya.

Sosok Alice digambarkan sebagai gadis berusia 19 tahun yang penuh petualangan pada masa kecilnya. Film ini dirilis 25 Februari lalu dan dapat disaksikan di bioskop-bioskop Indonesia. Aksi Mia dalam film ini mendapat pujian di beberapa media di Amerika Serikat, seperti New York Magazine, Variety, dan The Hollywood Reporter."Petualangan" Mia di Negeri Abang Sam berbuah manis. Tahun lalu ia meraih Best Ensemble Cast lewat film That Evening Sun. Di film yang diambil dari cerita pendek I Hate to See That Evening Sun Go Down karya William Gay ini, ia berperan sebagai Pamela Choat.

Dua tahun lalu, Mia juga menyabet penghargaan dari tanah kelahirannya: Australian in Film Breakthrough Award.

PELBAGAI SUMBER | AKBAR TRI KURNIAWAN