foto

Pementasan Angklung di saung Angklung Udjo, bandung. Foto : Tempo/Aditya H.Putra


Topik


Saung Udjo Bangun Museum Angklung  

TEMPO Interaktif, Bandung - Saung Angklung Udjo berencana untuk membangun museum angklung pertama di Indonesia dan menargetkan pembangunan fisiknya selesai pada 2011. "Ini sebagai kampanye kami kepada dunia bahwa angklung asalnya dari Indonesia," ujar Direktur Utama Saung Angklung Udjo, Taufik Hidayat Udjo, saat peluncuran situs web Saung Angklung Udjo di Bandung, Jawa Barat, hari ini.

Pendanaannya, kata Taufik, selain dari Saung Angklung, ia juga akan menyodorkan proposal ke pemerintah dan pihak lainnya. "Kami harapkan ada bantuan dari pemerintah. Tanahnya sudah kami siapkan," katanya.

Museum yang akan dibangun nantinya bukan hanya menyimpan angklung angkul lokal dari Jawa Barat dan Banten, tapi juga dari berbagai daerah di nusantara dan luar negeri, terutama yang merupakan musik bambu. "Kami akan melakukan pembicaraan dengan warga Baduy agar angklungnya nanti bisa disimpan di museum," ujar Taufik.

Saung Angklung Udjo terus melakukan kampanye angklung sebagai bagian budaya Indonesia dengan melakukan berbagai kajian pustaka, pembuatan buku, bengkel angklung dan berbagai kegiatan kesenian bambu lainnya. "Kami akan mengampanyekan angklung sebagai bagian dari Indonesia sampai dikukuhkan dan terus mengupakan pengembangan kesenian tradisi, " katanya.

Saung Angklung Udjo telah bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri sejak enam tahun silam, sehingga dapat berkeliling ke sekitar 50 negara dalam misi kebudayaan. Tahun ini mereka akan berkeliling ke tiga negara di Eropa untuk mengampanyekan batik dan angklung. "Kami juga siap membuat silabus kurikulum angklung buat anak-anak sekolah," kata Taufik.

ALWAN RIDHA RAMDANI