Topik
Infografis
UGM Maklumi Pembatalan Kunjungan Obama
TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Meski tidak ada pemberitahuan resmi, pihak Universitas Gajah Mada Yogyakarta memaklumi pembatalan kunjungan Presiden Amerika Serikat Barrack H. Obama. Namun, UGM tetap akan memberikan penghargaan kepada Ann Dunham Soetoro, ibunda Barack Obama, atas penelitiannya tentang usaha ekonomi mikro di Indonesia.
“Memang tidak pernah ada pemberitahuan resmi, namun kami memaklumi pembatalan kunjungan Obama itu. Mungkin ada kepentingan lebih besar yang harus kita hormati,” kata Kepala Humas dan Protokol UGM, Suryo Baskoro, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Selasa (9/3).
Menurut dia, UGM tidak pernah merasa dirugikan atas pembatalan kunjungan Obama tersebut. “Kalau Obama jadi berkunjung, itu sebuah kehormatan bagi UGM. Kalau batal, juga tak ada pengaruh apa-apa bagi UGM,” kata Suryo.
Semula, dalam lawatannya ke Indonesia, pada 21 Maret 2010, Obama dijadwalkan mengunjungi kampus UGM dan keraton Yogyakarta. Salah satu obyek yang akan dikunjungi adalah rumah dosen UGM di komplek Bulaksumur D7. Obama kecil pernah tinggal di rumah ini dalam rangka berlibur. Penghuni Bulaksumur Blok D7 adalah Profesor Imam Sutikno, guru besar ilmu tanah Fakultas Pertanian UGM. Isteri Profesor Imam Sutikno adalah kerabat Soetoro, ayah tiri Obama.
Saat ditanya ihwal rencana memfungsikan rumah di Bulaksumur Blok D7 tersebut menjadi museum, Suryo Baskoro menyatakan hal itu tergantung persetujuan Majelis Guru Besar, Majelis Wali Amanat dan pihak rektorat. “Kalau semua setuju, apa salahnya. Yang jelas, itu baru diwacanakan,” katanya.
Meski Obma abatal berkunjung, namun UGM tetap kan memberikan penghargaan kepada Ann Dunham Soetoro, ibunda Barack Obama. Penghargaan akan diberikan pada acara World Conference on Science, Education and Culture 2010 di kampus UGM, pada 9 Oktober 2010. Konferensi dunia bertema “Local Wisdom Inspiring Global Solution” ini akan menghadirkan pembicara ternama, di antaranya adalah Al Gore (mantan Wakil Presiden AS) dan Mohammad Yusuf, penerima Nobel Ekonomi asal Bangladesh.
And Dunham pernah melakukan penelitian tentang usaha mikro, khususnya usaha pandai besi di daerah Klaten, Jawa Tengah. Hasil penelitian itu kemudian dituangkan dalam sebuah desertasi berjudul Peasant Blacksmithing in Indonesia: Surviving and Thriving Against All Odds, tahun 1992. Desertasi Ann Dunham ini dijadwalkan akan diterbitkan menjadi sebuah buku berjudul Pendekar-pendekar Besi Nusantara: Kajian Antropologi tentang Pandai Besi di Indonesia.
HERU C.N.