Topik
Infografis
Keluarga Tak Percaya Dul Matin Tewas Dalam Penyergapan Pamulang
TEMPO Interaktif, Pemalang- Kakak Dul Matin, Azam Ba'abut, di Pemalang tidak percaya bahwa pria yang tewas dalam penyergapan yang dilakukan Densus 88 di Pamulang, Banten, adalah adiknya. Azam menyampaikan hal itu kepada wartawan mewakili keluarga kepada wartawan, Selasa (09/03).
“Kalau ada informasi yang tewas dalam penyergapan itu adik saya, maka info itu bohong,” ujar Azam Ba'abut saat ditemui di rumah orang tua Dul Matin, Dukuh Keboijo Petarukan Pemalang.
Keyakinan yang ia sampaikan ini setelah melihat tayangan di telvisi yang mengenai tubuh dua orang korban penyergapan yang diduga teroris. “Adik saya tak segemuk itu. Dia lebih kecil dari mayat yang ditayangan TV,” ujar Ba'abut.
Ia juga menyayangkan aparat kepolisian yang terlanjur memvonis adiknya terlibat dalam jaringan teroris. Bahkan, rasa tak percaya Azam ini dibuktikan dengan uji belum adanya hasil tes DNA oleh kepolisian saat Dul Matin diberitakan tewas di Mindanao, Filiphina. “Sampel darah saya dan ibu sudah diambil oleh Polda, namun mereka belum juga memberikan hasil uji laborat,” kata dia.
Mesksi tak percaya adiknya telah meninggal, ia sendiri tak mengetahui keberadaan Dul Matin. Menurut Azam, adiknya yang merupakan anak kelima dari 12 saudara ini meninggalkan rumah sebelum kejadian Bom Bali tahun 2002. “Dan itu bukan menjadi alasan kalau adik saya terlibat pengemboman,” katanya.
EDI FAISOL