Topik
Infografis
Tiga Petinggi Lapindo Ikut Memprebutkan Jabatan Bupati Sidoarjo
TEMPO Interaktif, SIDOARJO - Tiga petinggi Lapindo Grup tutur memperebutkan kursi bupati Sidoarjo dalam pemilihan kepala daerah meramaikan pencalonan bupati Sidoarjo dalam pemilihan kepala daerah 25 Juli mendatang. Mereka juga ikut mencari simpati dan dukungan para korban semburan lumpur Lapindo.
Tiga petinggi Lapindo tersebut adalah Direktur operasional PT Minarak Lapindo Jaya Bambang Prasetyo Widodo, Vice President Relation Lapindo Brantas Incorporation Yuniwati Teriyana, dan Komisaris Utama PT Minarak Lapindo Jaya Gesang Budiarso. Ketiganya bahkan telah menyebar poster dan baliho di sejumlah jalan utama di Sidoarjo.
Namun, para korban lumpur merasa tak peduli terhadap pencalonan para petinggi perusahaan yang telah menyengsarakan mereka. "Hak mereka mencalonkan diri. Tapi kami para korban lumpur tidak tertarik," kata Koes Sulassono, koordinator korban lumpur Lapindo bekas penghuni Perumahan Tanggulangin Sejahtera I, Selasa (9/3).
Dengan nada tegas Sulassono meminta agar penderitaan korban lumpur tidak dipolitisir untuk kepentingan tertentu, khususnya untuk bisa meraih kursi bupati Sidoarjo. Dia bahkan mengingatkan para korban tidak terseret ke dalam politik praktis. ”Sebagai korban, kami tahu siapa yang layak dipilih,” katanya.
Dia menilai para petinggi Lapindo tersebut, termasuk Bambang Prasetyo Widodo yang mencalonkan diri melalui Partai Golkar kurang pantas memimpin Sidoarjo. Bambang dianggap gagal menyelesaikan persoalan ganti rugi lahan milik warga. "Menangani hak para korban lumpur saja tidak mampu, apakah layak memimpin Sidoarjo," ucapnya.
Namun Bambang menampik keragu-raguan warga korban lumpur seperti dikatakan Sulassono. Dia mengaku pencalonan dirinya merupakan inisiatif pribadi. Apalagi bapaknya, Soewandi, pernah menjabat Bupati Sidoarjo pada 1975 hingga 1985.
Bambang mempopulerkan jargon tilik deso, noto deso, mbangun kutho. Bambang juga berjanji menyelesaikan seluruh persoalan sosial yang terjadi akibat luapan lumpur Lapindo, termasuk soal ganti rugi. "Saya mencalonkan diri atas nama pribadi, tidak membawa-bawa nama Lapindo,” katanya. EKO WIDIANTO.