Diduga Provokasi Kerusuhan, Kama Cappi Target Polisi

TEMPO Interaktif, Makassar -Ashari Setiawan alias Kama Cappi menjadi target buruan Polisi Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) setelah dugaan sebagai biang kerok kerusuhan sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Makassar mengarah padanya.

“Dia (Kama Cappi) itu diduga provokatornya. Kita akan segera melakukan pemeriksaan. Pelaksanakan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak akan membeda-bedakan, “ kata Kapolda Sulselbar Inspektur Jenderal Polisi Adang Rochjana usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di kantor gubernur, Selasa (9/3).

Menurut Adang, Kama Cappi akan dipidanakan sesuai pelanggarannya jika terbukti melakukan penghasutan kepada anggota HMI sehingga terjadi kerusuhan di sekretariat HMI Makassar, jalan Bontolempangan.

Kapolda tampak berhati-hati melakukan penyelidikan kasus ini agar tidak timbul masalah baru, mengingat warga juga turut serta dalam kerusuhan yang terjadi Kamis dan Jumat pekan lalu.“Kami mau selasaikan masalah bukan menimbulkan masalah, “ tegasnya.

Sementara Kama Cappi yang dihubungi melalui ponselnya, menyangkal jika dirinya dianggap provokator dalam peristiwa kerusahan di HMI Bontolempangan Makassar, meski dirinya baru mengetahui jika dibuntuti oleh polisi saat rombongannya berada di Jalan Bontolempangan.
“Saya hanya korban, bukan provokator. Saya tidak pernah menyuruh orang-orang disana untuk melempar batu kepada polisi, “ katanya.

Sehari sebelum kerusuhan, Kama Cappi bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GERMAK) menggelar unjuk rasa di depan kampus Universitas 45 Makassar. Setelah berunjuk rasa mereka menuju sekretariat HMI, namun ditengah jalan dirinya dihantam besi oleh oknum anggota Densus 88. " Saat unjuk rasa saya memang memarahi polisi ini karena ikut masuk kampus," kata Kama.

ABDUL AZIS