Asosiasi Rumah Sakit Meminta Keringanan Bea Masuk

TEMPO Interaktif, Jakarta - Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) meminta agar pemerintah memberikan keringanan bea masuk dan retribusi dalam menghadapi  China-Asia Free Trade Area. Keringanan bea masuk itu, antara lain, untuk peralatan kedokteran.

Asosiasi juga meminta kemudahan perijinan dan retribusi. "Saat ini dibutuhkan lebih dari empat puluh jenis retribusi dan perijinan saat  pendirian sebuah rumah sakit," kata Ketua ARSSI Mus Aida sebelum acara panel diskusi dengan Menteri Kesehatan di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (9/3).

Aida juga menuntut agar semua pihak yang berhubungan dengan industri kesehatan dapat bersatu membuat perlindungan industri kesehatan, sebagaimana yang telah dilakukan Malaysia dan Thailand. "Di Malaysia dan Thailand, diberikan subsidi kepada semuanya sehingga pelayanan jadi lebih baik."

Menanggapi kualitas pelayanan rumah sakit swasta, Aida menekankan rumah sakit harus meningkatkan pelayanan. Hal ini dilakukan untuk bisa menang dalam persaingan dengan rumah sakit lain. "Supaya tidak terpuruk karena pilihan (rumah sakit) semakin banyak."

Rumah sakit swasta, sambung Aida, juga telah melakukan program Corporate Social Responsibility melebihi apa yang diminta pemerintah. "Sepuluh hingga dua puluh lima persen kasur di rumah sakit adalah untuk masyarakat miskin," kata dia.

Saat ini terdapat 669 rumah sakit swasta di Indonesia. Jumlah ini lebih banyak dari rumah sakit pemerintah yang tidak dibebani dengan deviden di akhir tahun.

ANTON WILLIAM