Topik
Infografis
Direktur Intel Menahan Tangis di DPRD
TEMPO Interaktif, Makassar - Selayaknya manusia biasa, polisi tidak selamanya tampil gagah, tegas, dan garang. Hati seorang polisi juga dapat luluh. Seperti yang terjadi dalam rapat dengar pendapat tiga pejabat Polda Sulawesi Selatan dan Barat dengan Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan.
Rapat dengar pendapat yang dipimpin Ketua Komisi A, Tenri Olle Yasin Limpo, hari ini dihadiri Direktur Intelejen dan Keamanan Komisaris Besar Sugi Pamilih, Direktur Reserse dan Kriminal Komisaris Besara Mulyono Hardjo, dan Kepala Biro Operasional Komisaris Besar Bambang Waskito.
Kedatangan ketiga perwira menengah ini guna membahas tiga masalah, yakni perusakan sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Makassar, kematian pegawai Bank Indonesia Janibah, dan persiapan pengamanan pemilihan kepada daerah 2010.
Rapat yang dihadiri enam anggota Komisi itu berlangsung haru biru dan senyap. Penyebabnya tidak lain pemaparan Sugi yang menceritakan detik-detik persiapan Polda dalam mengamankan unjuk rasa mahasiswa Makassar pekan lalu.
Perwira yang baru saja dicopot dari jabatannya itu berkisah penyerangan sekretariat HMI yang membenturkan polisi dan mahasiswa sangat disesali Kepala Kepolisian Daerah Inspektur Jenderal Adang Rochjana. Ia bercerita bagaimana Adang berupaya agar tidak terjadi benturan.
Suasana haru biru kian terasa, ketika Sugi yang hadir dengan pakaian sipil berwarna biru tua itu, mengungkapkan kalau Adang seorang yang sangat religius. “Kapolda mengumpulkan semua personel polisi dan menyuruh duduk untuk berzikir,” ucapnya, dengan suara terbata-bata.
Sugi sempat berhenti melanjutkan kisah zikir tersebut. Sambil berupaya menahan perasaan ia mengaku tidak menyangka kalau Kapolda menyuruh anggotanya berzikir sebelum ke lapangan. “Demi Allah, kami disuruh berzikir sebelum terjun mengamankan unjuk rasa,” ucapnya, sambil menutup mulut menahan isak tangis.
Tidak hanya berzikir, katanya, Kapolda juga melarang semua anggota polisi membawa senjata api. Perintah itu diikuti semua personel polisi baik yang berpakaian lengkap maupun yang berpakaian sipil.
SULFAEDAR PAY