foto

Sejumlah petugas kepolisian mengevakuasi zenajah yang diduga teroris usai penggerebekan di gang Asem, Pamulang, Tanggerang Selatan, Banten, Selasa (9/3). TEMPO/Eko Siswono Toyudho



Dulmatin Pernah Pesan Tetangga Sembilan Tas Tentara

TEMPO Interaktif, Jakarta - Seorang tersangka teroris yang tewas di Pamulang, Tangerang Selatan, Dulmatin, pernah memesan sembilan tas ransel. Dia meminta tetangganya di RT4/ RW4 Kelurahan Pinang Benda, Pamulang, membuat ransel besar dengan bahan tas tentara berwarna hijau awal tahun ini.

Selain tahan banting, tas juga didesain memiliki banyak kantung, layaknya tas untuk tentara. Satu potong dilego Rp 60 ribu. "Bilangnya buat dia dan teman-temannya kemping," kata Teguh Wiyono, 39 tahun, Rabu (10/3).

Pengusaha konveksi sempat curiga dengan pesanan tetangga se-RT-nya itu. Pasalnya, warga setempat tidak tahu latar belakang warga yang mengaku bernama Yahya Ibrahim itu. "Cuma tahu kerja jual-beli mobil di Ciputat," katanya.

Terlebih, rumah kontrakan Yahya di Gang Salak 5 kerap dikunjungi tamu bergamis dari luar lingkungan itu. Namun, pertanyaan-pertanyaan Teguh selalu diacuhkan Yahya. "Orangnya tak banyak omong," katanya.

Namun dari satu percakapan, tersirat Yahya memiliki banyak pengikut. "Yahya sempat bilang, kalau tasnya bagus, akan pesan lagi, 'orang saya banyak'," ungkap Teguh.

Pesanan terakhir diambil orang suruhan Yahya di rumah Teguh bulan lalu. Bayarannya kurang Rp 70 ribu. Dia janji akan melunasi pembayaran itu. Namun maut lebih cepat mendahului. "Ya saya ikhlaskan saja," kata Teguh, pasrah.

Reza M