Topik
Infografis
Pengamat Terorisme: Umar Patek dan Zulkarnaen Masih di Filipina
TEMPO Interaktif, Jakarta – Pengamat terorisme Wawan Purwanto menegaskan, keberadaan anggota Jamaah Islamiyah yang terkait jaringan Dulmatin, yaitu Umar Patek dan Zulkarnaen hingga saat ini masih bersembunyi di balik kelompok Abu Sayaf di Filipina.
“Mereka lebih cenderung mengatur dari jarak jauh karena lebih mobile,” kata Wawan ketika dihubungi Tempo, Rabu (10/3).
Pascatewasnya gembong teroris Noordin M Top September tahun lalu, praktis peran Dulmatin di Indonesia sangat strategis. Ia tak menampik bila tewasnya Joko Pitono itu, berkaitan dengan penangkapan puluhan anggota teroris di Aceh.
Mengenai penemuan kamp latihan militer di Aceh, kata dia, hal itu sudah dipersiapkan sejak lama. Dalam melakukan serangkaian aksi teror sejauh ini, kelompok Jamaah Islamiyah wilayah Asia Tenggara, tidak pernah mempersiapkan teror dalam waktu yang singkat. “Mereka bergerak sudah sejak lama, ini tidak dalam waktu pendek,” ujarnya.
Setelah peledakan Bom Bali I pecah, nama Dulmatin santer disebut-sebut sebagai pelaku perakitan bom itu. Kemudian, ia berpindah ke Kepulauan Basilan di Filipina bersama gerakan Abu Sayaf.
Kembalinya Dulmatin ke Indonesia, begitu sulit untuk ditelisik mengingat banyaknya nama samaran yang disandangnya. “Nama serba alias menyulitkan pengusutan data, jadi simpang siur,” ujarnya.
Penangkapan puluhan anggota baru Jamaah Islamiyah di Aceh belum lama ini, semakin membuktikan bahwa gerakan itu tak pernah surut meski sudah ditinggalkan Dulmatin dan Noordin M Top. Menurut pandangannya, tewasnya Dulmatin tidak ada kaitannya dengan kedatangan Presiden Amerika Barack Obama pertengahan Maret ini.
“Belum memperlihatkan ke arah Obama secara dokumen, itu hanya opini dan tidak baik,” ujarnya.
Pengamat terorisme Dinno Crisbon juga mengatakan hal senada. Ia mengatakan, keberadaan Umar Patek dan Zulkarnaen memang masih di Filipina. Adapun tewasnya Dulmatin di Pamulang, membuktikan kepemimpinan kini dipegang oleh Dulmatin.
"Umar Patek dan Zul masih di Filipina. Mereka bekerja sama dengan Jaja, kordinator NII di kepulauan Basilan dan Jolo di Filipina," kata dia ketika dihubungi, Rabu (10/3)
Keterlibatan Dulmatin dengan dua orang pengawal yang ditembak Densus 88 kemarin di Pamulang, yaitu Hasan Nur dan Ridwan, menurutnya, sudah terjalin sejak peristiwa kerusuhan di Ambon terjadi.
"Mereka berdua ajudan Dulmatin sejak kekerasan Ambon di Poso meletus pada 1999-2002," kata dia.
Menurut Dinno, keterangan dari pemerintah Filipina tiga minggu lalu menyakini bahwa Umar Patek dan Zulkarnaen memang masih berada di Filipina.
APRIARTO MUKTIADI