TEMPO/Wahyu Setiawan
Topik
Pemerintah Kota Solo Bebaskan Biaya Sekolah
TEMPO Interaktif, Surakarta – Pemerintah kota Surakarta membebaskan biaya operasional sekolah bagi seluruh siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. "Pemerintah menyediakan anggaran Rp 23 miliar untuk (keperluan itu) tahun ini," kata Walikota Surakarta Joko Widodo kepada wartawan, Rabu (10/3). Sedangkan tahun depan dianggarkan Rp 38 miliar.
Pembebasan biaya itu dikenakan kepada semua siswa, baik bagi siswa tidak mampu dan mampu di sekolah negeri. Dan siswa tidak mampu di sekolah swasta. “Untuk siswa SMA-SMK, baru diberikan subsidi 50 persen untuk biaya operasional. Tapi tahun depan, semua dibiayai.”
Joko mengungkaokan siswa yang dibebaskan biaya operasional adalah yang berdomisili di Surakarta. Sehingga siswa luar Surakarta yang sekolah di Surakarta tetap membayar. Bagi siswa, nanti akan mendapatkan kartu platinum, gold, dan silver.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Surakarta Anung Indro Susanto menjelaskan, kartu platinum berarti seluruh komponen kebutuhan sekolah dibiayai. “Mulai kebutuhan pribadi, operasional, hingga investasi. Ini bagi mereka yang bersekolah di sekolah plus,” kata dia. Di Surakarta saat ini terdapat 5 SD, 2 SMP, dan 1 SMK kategori sekolah plus.
Gold diperuntukkan bagi siswa tidak mampu dan silver bagi yang mampu. “Masyarakat yang kategori mampu boleh saja tidak memanfaatkan program itu. Yang penting kami memberi hak yang sama untuk bebas biaya operasional."
Proses pengajuan pembuatan kartu diterangkan Anung dengan meminta surat keterangan tidak mampu ke kelurahan. Kemudian dibawa ke sekolah dan terakhir diserahkan ke Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT). Kartu yang diterbitkan oleh KPPT sebagai pengganti alat pembayaran ke sekolah. Nantinya sekolah akan mengajukan klaim ke dinas pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Surakarta Rakhmat Sutomo mengatakan kemungkinan kartu baru terbit April. “Namun pembebasan biaya dihitung sejak Januari 2010. Sehingga nanti dirapel,” pungkasnya. Total siswa SD negeri 44 ribu, siswa tidak mampu di SD swasta 4.700. SMP negeri 18 ribu, dan siswa tidak mampu di SMP swasta lima ribu. UKKY
UKKY PRIMARTANTYO





