TEMPO/Nickmatulhuda
Topik
Infografis
Kebanjiran Dana Asing, Rupiah Kembali Menguat
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kecemasan terhadap defisit anggaran di kawasan Eropa, serta optimisme bahwa ekonomi di kawasan Asia akan lebih cepat pulih menjadi pemantik para investor untuk memburu aset dalam mata uang yang berimbal hasil tinggi seperti rupiah.
Pada penutupan transaksi pasar uang antarbank di Jakarta, Rabu (10/3) ini, nilai tukar rupiah kembali terapresiasi ke level 9.170 per dolar Amerika Serikat, atau menguat 30 poin (0,33 persen) dari posisi Selasa di 9.200.
Muhammad Fauzi Halim, pelaku pasar uang di Jakarta, mengemukakan penjualan dolar Amerika secara massif oleh para investor asing guna masuk ke pasar instrumen investasi domestik, kembali mengatrol penguatan rupiah.
Buruknya ekonomi zona Eropa, serta rendahnya suku bunga dolar Amerika yang mendekati nol persen membuat para pemodal lebih memilih berinvestasi di kawasan Asia yang memberikan imbal hasil lebih tinggi. Karena hal itu prospek ekonomi lebih baik dan risiko investasi lebih kecil untuk saat ini. “Hal ini yang membuat mata uang kawasan cenderung menguat terhadap dolar AS, termasuk rupiah,” kata dia.
Turunnya surplus perdagangan Cina pada Februari menjadi US$ 7,6 miliar dibandingkan bulan sebelumnya membuat kekhawatiran terhadap kebijakan pengetatan likuiditas di Negeri Tirai Bambu ini mereda, sehingga mata uang Asia kembali terapresiasi terhadap dolar Amerika, kecuali yen.
Fauzi, menambahkan, penguatan rupiah pada Maret juga ditopang oleh aksi jual dolar Amerika oleh para korporasi untuk pembayaran pajak yang jatuh tempo bulan ini.
Untuk Kamis (11/3), rupiah masih akan mencoba menguat namun dalam kisaran yang cukup terbatas ke 9.150 per dolar Amerika. Bila melemah rupiah akan kembali ke 9.200. Masih banyaknya pihak yang tidak mau rupiah menguat terlalu cepat membuat mata uang lokal masih akan tertahan di level sekarang.
Mata uang Asia sore ini ditutup menguat terhadap dolar Amerika, ringgit Malaysia bertambah 0,64 persen, peso Filipina naik 0,24 persen, bath Thailand menguat 0,24 persen, dolar Singapura naik 0,1 persen, serta won Korea juga naik 0,33 persen. Sedangkan yen Jepang justru turun 0,27 persen.
VIVA B KUSNANDAR