Topik
Pajak yang Tinggi Hambat Investasi Cina di Indonesia
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kalangan pengusaha Cina menganggap stabilitas keamanan dan pajak konsumen yang tinggi masih menjadi hambatan utama investasi di Indonesia. Inilah yang menjadi alasan kenapa pengusaha tidak berminat membangun pabrik di Indonesia.
"Tarif dan costumer tax masih sangat tinggi," kata Vice Chairman Senior Engineer, China Council for Promotion of International Trade Machinery Sub-Council (CCIPT-MSC) Zhang Xiaolin di Jakarta, Rabu (10/3).
Pemerintah dan kalangan pengusaha Cina di sektor infrastruktur berencana menemui Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Perindustrian terkait rencana investasi Cina di sektor infratsruktur. Zhang mengatakan, pihaknya akan menawarkan kerjasama dengan pemerintah Indonesia.
"Karena pada tahun pertama ASEAN-Cina Free Trade Area ini pemerintah Cina mengumpulkan pendanaan untuk pembangunan infrastruktur di ASEAN. Tapi bagaimana dana ini akan dipakai harus didiskusikan dulu dengan pemerintah," katanya.
Selama ini, menurut Zhang, masalah stabilitas keuangan masih menjadi kekhawatiran pengusaha Cina yang ingin berinvestasi di Indonesia. Mereka memiliki kesulitan karena keterbatasan informasi. Ia berharap pemerintah Indonesia akan memberi lebih banyak informasi tentang aturan investasi yang harus dipenuhi.
Zhang juga menegaskan pengusaha Cina sebetulnya setuju saja dengan aturan harus bekerjasama dengan pengusaha lokal. "Tentu saja harus kerjasama dengan pengusaha lokal tapi kami juga berharap pengusaha lokal bisa lebih aktif," ujarnya.
Menurut Zhang, aturan pembatasan investasi diterapkan oleh semua negara. Sehingga ia menilai wajar saja jika pemerintah Indonesia juga punya aturan-aturan serupa. Namun ia berharap pemerintah lebih terbuka soal regulasi ini.
KARTIKA CANDRA