Infografis
Pengawas Bursa Panggil Lagi Manajemen Matahari
TEMPO Interaktif, Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) akan kembali memanggil manajemen PT Matahari Putra Prima Tbk dalam kaitan dengan rencana penjualan PT Matahari Department Store Tbk. "Selama ini penjelasan mereka belum cukup jelas," kata Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany di Jakarta, Rabu (10/3).
Dua pekan lalu, Bapepam telah memanggil Matahari Putra dan meminta perseroan menunda rapat umum pemegang saham luar biasa yang akan menyetujui aksi korporasi tersebut. Matahari diminta menggelar paparan publik terlebih dulu.
Hingga saat ini, perusahaan belum mengajukan penjadwalan ulang rapat umum pemegang saham yang sedianya dilakukan pada 4 Maret lalu.
Fuad mengatakan akan meminta penjelasan mengenai rencana penjualan tersebut beserta penggunaan dana hasil penjualan. Bapepam, kata dia, ingin mendapatkan kepastian apakah uang itu memang digunakan untuk pengembangan bisnis seperti yang telah diumumkan dalam keterbukaan perusahaan di Bursa Efek Indonesia pekan lalu.
"Hal yang paling penting adalah kepastian dan jaminan bahwa Matahari Putra akan tetap menjadi perusahaan terbuka yang tetap menguntungkan bagi publik," kata Fuad. Dia berharap, publik yang menjadi pemegang saham tidak dirugikan oleh transaksi ini.
Direktur Komunikasi Perusahaan Matahari Putra Prima Danny Konjongian menyatakan pihaknya siap memenuhi panggilan Bapepam. "Kami akan memenuhi panggilan Bapepam-LK, yang rencananya akan dilaksanakan besok pagi (hari ini)," kata Danny kepada Tempo.
Seperti diberitakan, Meadow Asia dan Matahari Putra menandatangani perjanjian jual-beli Matahari Department Store pada 23 Januari lalu dengan nilai transaksi sekitar Rp 7,2 triliun. Meadow Asia adalah perusahaan patungan Matahari Putra dan CVC Capital.
CVC menguasai 80 persen saham Meadow dan Matahari Putra 20 persen. Meadow Asia melalui Meadow Indonesia akan menguasai 80 persen saham Matahari Department Store, sedangkan Matahari Putra 20 persen saja--dari semula 90,76 persen.
FAMEGA SYAFIRA | ARIE FIRDAUS | NALIA RIFIKA