AP Photo
Topik
Infografis
Satu Miliar Kondom Plus 40 Ribu Pelacur Ramaikan Piala Dunia 2010
TEMPO Interaktif,Los Angeles-- Penyelenggara Olimpade musim dingin Vancouver terkesan berlebihan ketika menyediakan 100,000 kondom dalam turnamen olahraga multievent tersebut. Namun jumlah itu membengkak tajam di mana pemerintah Afrika Selatan akan menyediakan satu miliar pengaman di Piala Dunia 2010.
Pemerintah Afrika Selatan sebelumnya mengatakan memerlukan satu juta kondom dalam menggelar PD 2010. Sekitar 42 juta orang telah memastikan akan mengunjungi Afsel.
Menurut Guardian, peningkatan pemakaian kondom di Afsel meningkat mencapai satu juta miliar dibandingkan rata-rata yang dipakai di negara Afrika tersebut. Sekitar 450 juta kondom buat pria telah didistribusikan di Afsel setiap tahunnya. Namun dengan aktifnya 6 juta pria yang melakukan seks dan tingginya angka penderita HIV, jumlah itu tidak akan pernah cukup.
Meningkatnya jumlah pendistribusian kondom di Afsel juga diiringi tersedianya pelacur. Sekitar 40,000 wanita pemuas nafsu kemungkinan akan meramaikan pesta akbar sepak bola edisi ke-19 tersebut.
Di Afrika Selatan, menjadi prostitusi adalah profesi ilegal. Kepolisian Cape Town, baru saja menangkap 112 orang pramuseks akhir bulan lalu. Namun, itu tak membuat para pekerja seks jera. Para wanita itu bahkan, sering menjajakan dirinya secara terang-terangan. Banyak di antara mereka bahkan tak mau menggunakan kondom saat melayani pelanggan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, selama digelar Piala Dunia 2010 pada 11 Juni hingga 11 Juli mendatang, kepolisian setempat akan melakukan razia. Mereka juga menerjukan polisi-polisi seksi yang menyamar sebagai pekerja seks. Mereka akan menggoda lelaki dengan baju minim, dan berlenggak-lenggok seperti pelacur. Tujuannya untuk menjebak para pria hidung belang sekaligus menekan penularan virus HIV.
"Mereka (polisi) wanita pilihan. Mereka memahami masalah-masalah sosial tentang pekerja seks komersial," ujar Rudolf Wiltshire, anggota kepolisian di Cape Town. Bahkan, polisi-polisi seksi itu mendapat pelatihan khusus agar mirip seperti pelacur. Cara ini sebagai antisipasi untuk menekan penularan virus HIV.
GUARDIAN | HUFFINGTONPOST | BAGUS WIJANARKO
:
Web via