Pelukis Nasser Azam Rampungkan Proyek Antartika

TEMPO Interaktif, London - Pelukis dan pematung Inggris, Nasser Azam, hari ini pulang ke London setelah menyelesaikan proyek melukisnya di benua Antartika. Selama sembilan hari (20–28 Februari) Azam bertahan di udara dengan suhu -30° Celcius dan bertarung melawan angin berkecepatan 100 kilometer per jam untuk menyelesaikan serangkai lukisan ukuran besar yang terinspirasi dari benua di kutub selatan itu.

Selama di sana dia telah menghasilkan 13 lukisan, yang merupakan tanggapan terhadap beragam lanskap beku. Karya-karya itu dilukis di luar ruang dengan menggunakan kuas dan kanvas yang dirancang khusus dan cat antibeku.

Azam mengerjakan satu seri kanvas monumental tentang padang es, danau es, goa es, dan glasier. Lukisan-lukisan itu dibiarkan bermalam di setiap lokasi agar unsur-unsur alam menyumbang ke dalam karyanya. Iklim keras di padang es terbukti merusak dan empat kanvasnya hilang ditelan badai sepanjang malam. Sebuah misi pencarian khusus menemukan satu dari kanvas yang hilang itu dua hari kemudian.

"Mustahil untuk menyiapkan secara lengkap proyek ini, dan saya tidak bisa memperkirakan sebera keras keadaannya nanti. Tapi, saya dapat menyelesaikan sebagian besar lukisan yang direncanakan, dan berharap karya itu dapat mengungkap sekurang-kurangnya sebagian dari keindahan Antartika yang luar biasa. Saya tak sabar untuk memamerkannya di London dan tempat lain di seluruh dunia," kata Azam.

Lukisan Azam ini akan dipertontonkan dalam sebuah tur internasional di tahun ini. Informasi tentang Nasser Azam dan The Antarctica Project dapat dijenguk di situs azam.com.

Kurniawan | ArtDaily.org