Topik
Biaya Pembangunan Pasar Raya Padang Dianggarkan Rp 237 Miliar
TEMPO Interaktif, Padang - Fauzi Bahar, Wali Kota Padang, Sumatera Barat, tetap akan melanjutkan rencana pembangunan Pasar Raya yang rusak karena gempa 30 September 2009 lalu dengan bangunan baru senilai Rp237 miliar. Menurut dia, sebanyak 25 persen dana sebesar Rp59 miliar sudah ada dari APBD Kota Padang 2010, sedangkan sisanya sebesar Rp 178 miliar sudah disetujui dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
“Uangnya sudah ada, kalau tidak dipakai sekarang, nanti hilang, kembali lagi ke pusat," kata Fauzi, di Padang, Kamis (11/3). Menurut dia, turunya dana tersebut merupakan kesempatan untuk membangun Pasar Raya yang lebih bagus. Sebab, Pasar Raya sudah harus diperbarui karena usianya sudah tua, apalagi setelah terkena gempa. Pembangunan tersebut dinilai makin penting karena Pasar Inpres satu terbakar, sedangkan Pasar Inpres dua rusak berat. "Ada 50 korban gempa yang meninggal ditemukan di dalamnya,” kata Fauzi.
Ia memastikan pengerjaan Pasar Raya tidak akan diserahkan pada investor karena dananya dari uang negara. “Nanti yang akan dapat petak toko di Pasar Raya juga pedagang sebelumnya. Bila petak tokonya berlebih, baru akan saya jual ke pedagang baru,” kata Fauzi.
Menurut dia, Pasar Raya Pasar yang akan dibangun ini nantinya juga direncanakan menjadi shelter evakuasi tsunami di lantai empat yang bisa menampung hingga 30 ribu warga. “Ini jadi shelter terbesar di Padang karena bisa menampung 30 ribu orang. Jadi, warga tidak perlu jauh berlari untuk menyelamatkan diri seanfdainya tsunami terjadi," kata Fauzi.
FEBRIANTI