Topik
Infografis
Seorang Guru Tampar Murid Hingga Pingsan
TEMPO Interaktif, Kupang - Chayan, 16 tahun, seorang siswa Kelas II IPS SMA Negeri 5 Kupang tak sadarkan diri setelah dianiaya gurunya, Saleh, hingga hari ini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Kupang. Chayan mengaku belum bisa membuka mulut karena rahangnya sakit pasca penamparan yang dilakukan oleh gurunya.
Menurut Chayan yang ditemui di rumah sakit, peristiwa terjadi pada Selasa (9/3) lalu, ketika berlangsung pelajaran Bahasa Indonesia. Pak Saleh yang saat itu mengajar meminta siswa untuk membentuk kelompok. Namun, situasi di ruang kelas gaduh dan ribut. "Pak Saleh pun menampar pipi kiri satu kali, " kata Chayan.
Setelah ditampar, Chayan mengaku pusing, lalu jatuh tak sadarkan diri. Pihak sekolah membawa korban ke rumah sakit. Karena rahangnya sakit, korban belum bisa makan lewat mulut. Nutrisi pun disalurkan lewat selang infus.
Keluarga korban, Janet, menyatakan kesal atas perlakuan guru yang menganiaya Chayan. "Kalau memang anak kami salah, kenapa harus ditampar sampai masuk rumah sakit. Apalagi dia perempuan," ujar Janet.
Janet juga menyesalkan, guru tersebut hingga kini belum juga menghubungi pihak keluarga. Begitu juga pihak sekolah. Dinas Pendidikan Kota Kupang hingga siang ini belum berhasil dihubungi.
YOHANES SEO