Kantor BRI Garut Dibobol Kawanan Perampok

TEMPO Interaktif, GARUT - Kantor Bank Rakyat Indonesia unit Kota Kaler  di Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dibobol perampok, Kamis (11/3). Kawanan perampok bersenjata tajam itu berhasil menggasak uang nasabah sebesar Rp 150 juta. “Aksi mereka sangat leluasa,” kata Kepala Kepolisian Resort Garut, Ajun Komisaris Besar Polisi Amur Chandra Juli Buana, di lokasi kejadian.

Kejadian bermula saat kantor hendak tutup dalam keadaan sepi tanpa ada nasabah. Di dalam kantor hanya terdapat sekitar tujuh orang karyawan. Mereka tengah berkemas dan menghitung uang.

Empat orang pelaku masuk dan langsung menodongkan senjata tajam. Tidak hanya itu pelaku juga menyekap para pegawai dengan menggunakan lakban. Setelah kondisi kontor dikuasai dan dianggap aman mereka pun langsung memongkar salah satu brangkas yang berisi uang. “Pelaku langsung kabur menggunakan dua sepeda motor jenis honda supra,” kata Amur.

Dalam peristiwa itu, salah seorang pegawai yang bernama Jajang Kamarul Zaman,33 tahun menderita luka sayat dibagian punggung akibat terkena senjata tajam pelaku. Namun beruntung luka yang dialami korban tidak terlalu parah.

Terjadinya aksi perampokan ini, tambah Amur, diduga akibat kelalaian pihak menagement Bank. Soalnya, di dalam kantor tersebut hampir tidak ada pengamanan yang memadai, seperti tidak adanya petugas keamanan internal atau satpam, pengawalan petugas kepolisian, dan camera pengintai. Padahal, pihaknya telah berulangkali menghimbau agar semua setiap lembaga perbankan dilengkapi petugas keamanan. “Kejadian ini bisa menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap bank,” ujarnya.

Namun meski begitu, pihaknya tetap melakukan pengejaran terhadap pelaku. Langkah yang dilakukannya dengan menggelar operasi lalulintas di jalur ke luar kota Garut. Selain itu, pihaknya juga tengah melakukan penyelidikan dengan memintai 13 orang saksi termasuk para pegawai bank.

Sementara itu dilokasi kejadian, tidak ada satu pun pegawai maupun pimpinan BRI yang mau memberikan keterangan kepada wartawan. Semua karyawan bungkam, termasuk juga korban Jajang. Dia asik menyantap sebatang roti saat wartawan mencoba bertanya.

SIGIT ZULMUNIR