Dulmatin
Topik
Infografis
Dulmatin Keluar-Masuk Indonesia Lewat Jalur Resmi
TEMPO Interaktif, Jakarta -Kepolisian Republik Indonesia belum bisa menjelaskan bagaimana proses perjalanan Asmar Usman alias Dulmatin dari tempat persembunyiannya di Filipina ke Indonesia, atau sebaliknya. Namun, kabarnya, dia menggunakan jalur resmi dalam melakukan perjalanan itu.
Menurut juru bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang, polisi memiliki data pendukung yang menunjukkan Dulmatin keluar masuk Indonesia. "Ada paspor yang dikeluarkan secara resmi," ujar Edward di Mabes Polri, Kamis (11/3). Namun, Edward belum bisa mengungkapkan lebih jelas seperti apa prosesnya.
Dulmatin merupakan teroris yang selama ini dicari Kepolisian RI. Sebab, pria yang memiliki berbagai macam nama samaran ini telah menjadi otak dalam berbagai kejadian terorisme besar di Indonesia, seperti bom Bali I dan II. Karenanya, dia dicari dan bagi siapa yang menemukannya akan dihargai sebesar US$ 10 juta. Negara yang mencarinya adalah Indonesia, Filipina, Amerika Serikat, dan Australia.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Bambang Hendarso Danuri, kemarin secara langsung mengatakan Dulmatin lebih hebat dibandingkan Dr Azahari. Hal ini bisa dilihat dari bagaimana cara Dulmatin merakit bom.
Umar Patek atau Mike juga kembali mencuat karena kematian Dulmatin. Saat ini, polisi terus mencari keberadaannya. "Dia adalah salah satu yang kami kejar karena bagian dari kelompok teroris level satu," ujar Edward. Kelompok satu maksudnya yang terindikasi terlibat dengan beberapa peristiwa besar yang terjadi di Indonesia.
Edward mengungkapkan, pencarian terhadap DPO yang masih terbilang banyak itu masih tetap dilakukan. "Termasuk Umar Patek," lanjutnya.
Sutji Decilya
Web via