UOB Buana Target Nilai Transaksi Rp 5 Triliun

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Bank UOB Buana mentargetkan pencapaian nilai transaksi sebesar Rp 5 triliun tahun ini. “Naik dari nilai transaksi tahun lalu sebesar Rp 3,5 triliun,” kata Head of Unsecured Business Division UOB Buana Iwan Notowidigdo dalam acara peluncuran UOB ONE Card di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (11/3).

Target nilai transaksi ini bukan hanya diperoleh dari transaksi UOB ONE Card saja, namun juga dari produk-produk lama, Platinum dan Gold Card. “Namun mayoritas dari ONE Card,” lanjut Iwan. UOB Buana juga berharap bisa mengeluarkan 150 ribu kartu kredit tahun ini.

Produk baru ini setara dengan Gold Card yang ditargetkan untuk pelanggan dengan pemasukan di atas Rp 5 juta sebulan, berbeda dengan Platinum Card yang ditujukan untuk pelanggan dengan pemasukan Rp 10 juta per bulan. Karenanya, penawaran yang diberikan ONE Card lebih difokuskan pada penawaran domestik.

Iwan menjelaskan, di Indonesia ada 8 juta pelanggan kartu kredit dengan 2,9 juta di antaranya adalah pelanggan kartu kredit Gold. UOB Buana sendiri baru menguasai 3 persen dari angka pelanggan kartu kredit Gold tersebut, semenjak peluncuran kartu kredit pertama pada Agustus 2007. “Jadi potensi pasarnya sangat besar,” tambah Presiden Direktur UOB Buana Armand B. Arief.

Untuk tahun 2012, perseroan ini menargetkan dapat meraup 500 ribu kartu kredit dalam portofolionya dengan nilai transaksi per tahun sebesar Rp 11,5 trilun.

Tahun lalu, UOB Buana berhasil membukukan Laba Bersih Sebelum Pajak hingga Rp 623,19 miliar, naik 33,45 persen dari tahun sebelumnya. Total portofolio kredit tahun lalu mencapai Rp 15,83 triliun, naik Rp 14,94 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

PUTI NOVIYANDA