foto

TEMPO/Imam Sukamto



Industri Otomotif Waspadai Harga Minyak  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pelaku industri otomotif mewaspadai harga minyak mentah di pasar internasional yang cenderung terus naik.

Menurut Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman, pihaknya saat ini terus mengamati perkembangan harga minyak mentah di pasar internasional.

Pasalnya, dia menjelaskan, jika harga minyak mentah terus naik, harga bahan baku dasar (raw material) untuk memproduksi kendaraan juga akan naik.

"Krakatau Steel kemarin (Selasa lalu) sudah mengisyaratkan akan menaikkan harga baja, karena harga bijih besi di pasar internasional terus naik," kata Sudirman kepada Tempo di Jakarta kemarin.

Selain baja, dia menambahkan, industri otomotif sangat terpengaruh oleh fluktuasi harga aluminium, karet, dan plastik, yang juga menjadi bahan baku dasar pembuatan kendaraan. Apalagi bahan baku dasar kendaraan itu sebagian besar masih diimpor.

"Beberapa pemasok di luar negeri sudah mengisyaratkan akan menaikkan harga bulan depan," ujarnya.

Meski demikian, menurut Sudirman, pelaku industri otomotif belum akan menaikkan harga jual kendaraan. Harga jual kendaraan baru naik pada Januari lalu sebagai antisipasi dari kenaikan pajak kendaraan bermotor.

Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Dharmawan menambahkan, selama pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak, industri otomotif belum akan terpengaruh. Tapi, begitu pemerintah menaikkan harga bahan bakar dan tarif dasar listrik, akan langsung mempengaruhi industri manufaktur, termasuk otomotif.

"Kalau harga bahan bakar dan tarif listrik naik, biaya produksi meningkat," kata Johnny pada kesempatan terpisah.

Presiden Direktur PT Indomobil Sukses International Tbk Gunadi Sindhunata menyatakan, saat ini kenaikan harga minyak mentah masih belum berpengaruh terhadap industri otomotif. Tapi dia berharap kenaikan itu tidak akan berlangsung untuk waktu yang lama.

Dia menambahkan, kalaupun harga minyak cenderung terus naik, Indomobil tidak akan serta merta menaikkan harga jual kendaraan. "Kami akan melakukan penyesuaian secara bertahap agar pasar tidak bergejolak," ujarnya.

Harga minyak mentah selama tiga bulan terakhir cenderung terus naik. Meski kemarin harga minyak di pasar Singapura (sebelum pembukaan perdagangan New York Mercantile Exchange) turun ke US$ 81,25 per barel, harga itu tidak pernah turun lagi di bawah US$ 80 per barel. Bahkan pada 11 Januari, harga minyak mencapai US$ 83,95 dan Senin lalu ditutup di US$ 82,41 per barel.

Akibat kenaikan harga minyak mentah ini, Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel Irvan Kamal pada Selasa lalu sudah mengisyaratkan akan menaikkan harga baja di pasar lokal.

Pasalnya, menurut dia, harga bijih besi dan scrap (besi tua) sebagai bahan baku baja cenderung terus naik. Bahkan harga bijih besi pekan lalu melonjak hingga 80 persen.

l GRACE S GANDHI | NALIA RIFIKA