foto

Sejumlah wisatawan di sekitar kawasan Kota Tua, Jakarta, Senin (20/7). Pemerintah Australia kembali mengeluarkan travel warning untuk tidak berkunjung ke Indonesia menyusul tragedi bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carton. ANTARA/Prasetyo Utomo

Visa Ekspatriat Tidak ''Ngefek'' bagi Pariwisata Indonesia  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Asosiasi Agensi Tur dan Travel Indonesia (ASITA), Ben Sukma, menyatakan pemberlakuan visa multientri tidak akan membawa banyak dampak positif terhadap pariwisata Indonesia. "Visa ini sangat khusus, tidak akan berlaku secara umum," ujar Ben saat dihubungi melalui telepon, Kamis (11/3).

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Winarno menyatakan, jumlah warga negara asing (ekspatriat) di Singapura yang sering datang ke Batam cukup besar. Seperti dari Taiwan, Jepang, dan warga Singapura sendiri. "Mereka sering bolak-balik ke Indonesia lewat Batam untuk keperluan makan, belanja, jalan-jalan, atau berbisnis," ujar Winarno.

Keputusan Imigrasi mengenai Multi-Entry Visa menjadi salah satu topik bahasan dalam pertemuan antara Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Kebudayaan, dan Pariwisata dan ASITA pekan lalu. Visa ini merupakan insentif bagi ekspatriat yang berulang kali ke Indonesia dalam satu tahun kunjungan wisata. Visa ini berlaku selama satu tahun dengan biaya US$ 100.

ARYANI KRISTANTI