foto

Melompati Ombak (Olahraga):Seorang peselancar sedang beraksi di Pantai Lhok Nga, Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam, 25 Maret 2008. Setelah bencana tsunami, banyak orang Aceh takut melihat ombak, apalagi bermainmain dengan lidah ombak. Fotografer menampilkan warga Lhok Nga yang kembali berani berselancar di laut. Kesulitan dalam memotret gambar ini adalah keterbatasan lensa. Akibatnya, obyek harus didekati dan pengambilan gambar dilakukan dari atas perahu yang tidak stabil karena digoyang ombak. (Juara 1: FAUZAN IJAZAH/ACEHKINI)

Genjot Promosi Wisata Bahari, Pemerintah Sambangi Pameran di Amrik

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Winarno mengatakan akan menggenjot promosi wisata bahari dengan mengikuti pameran untuk meningkatkan promosi wisata sekaligus menunjukkan Indonesia mulai diakui sebagai destinasi yang bagus untuk wisata bahari.

Para agen wisata Indonesia itu akan mengikuti pameran khusus pariwisata bahari "Sea Trade" di Miami, Amerika Serikat pekan depan. "Wisatawan mancanegara sudah memasukkan destinasi-destinasi wisata Indonesia ke dalam kalender kunjungan wisata bahari mereka," ujar Winarno saat dihubungi melalui telepon Tempo, Kamis (11/3).

Untuk memperbaiki pengelolaan pariwisata bahari, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta pemerintah daerah setempat. Namun, masalah utama dalam pengembangan wisata ini masih menjadi ganjalan.

Masalah tersebut antara lain infrastruktur, terutama akses menuju destinasi wisata, kemasan produk wisata yang dijual para agen perjalanan, dan pemberdayaan masyarakat sekitar destinasi untuk menjadi pemandu wisata.

"Pemerintah daerah dan Kementerian Kelautan Perikanan yang akan mengelola infrastruktur, termasuk penginapan bagi para turis. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata terfokus pada pemberdayaan masyarakat sekitar menjadi pemandu," ujar Winarno.

Winarno menambahkan, wisata bahari sedang berkembang pesat. Wisata bahari itu terbagi menjadi beberapa kategori yaitu wisata kapal pesiar, berselancar, menyelam, dan memancing. "Sudah banyak festival dan promosi dari Pemerintah Daerah untuk menggiatkan wisata bahari," kata Winarno.

Peningkatan jumlah kapal pesiar yang merapat ke Indonesia, baik melalui pintu Jawa Timur, maupun melalui pintu Indonesia Timur, atau yang mendekati perbatasan dengan Singapura menunjukkan peningkatan minat wisatawan asing terhadap paket wisata bahari Indonesia. "Kalau kapal pesiar yang masuk Jawa Timur meningkat, kunjungan ke destinasi wisata di Indonesia Timur biasanya juga meningkat," ujar Winarno.

Kementerian Kebudayaan, kaat Winarno, lebih terfokus mengelola tujuan-tujuan wisata bahari yang memang mulai banyak wisatawannya, seperti spot penyelaman Raja Ampat, Nias, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Jawa Timur bagian Selatan.

Tapi karena masih sarana banyak yang perlu diperbaiki, ia belum bisa menargetkan jumlah tertentu untuk wisatawan di sektor wisata bahari. "Yang penting ada pemantapan kenaikan wisatawan di sektor ini dulu," ujar Winarno.

ARYANI KRISTANTI