foto

Matahari Dept Store Kramat Jati, Jakarta, Jumat (22/1). Manajemen PT Matahari Putra Prima Tbk membuka peluang menjual aset Matahari Dept Store (MDS) kepada peritel Jepang setelah merestrukturisasi dan mengalihkan aset. Tempo/Panca Syurkani



Matahari Isyaratkan Gelar Rapat Pemegang Saham Pekan Depan  

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Matahari Putra Prima Tbk memberi isyarat menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pekan depan. “Kalau tidak ada aral melintang, RUPS akan dilaksanakan dalam minggu depan,” kata Danny Konjongian, Direktur Komunikasi Korporat Matahari Putra kepada Tempo, Kamis (11/3).

Kepastian pelaksanaan rapat pemegang saham, kata dia, diperoleh setelah manajemen bertemu dengan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan pagi hari tadi. Menurut Danny, selain memaparkan hasil paparan publik beberapa waktu lalu kepada Bapepam, Matahari juga ditanyai beberapa hal oleh otoritas pengawas tersebut, khususnya terkait masalah penggunaan dana hasil penjualan PT Matahari Department Store.

Menurut Danny, manajemen menerangkan kepada Badan Pengawas dari hasil penjualan sebesar Rp 7,2 triliun, di mana Rp 5,3 triliun diserahkan dalam bentuuk tunai akan digunakan untuk membayar utang perseroan sebesar Rp 3,4 triliun. “Itu kewajiban kami,” tambah Danny.

Selain itu, sebesar Rp 900 miliar akan digunakan untuk tambahan belanja modal (capital expenditure) Hypermart, dan sebesar Rp 1 triliun akan dialokasi sebagai dividen.

Lebih lanjut, Danny menambahkan, Bapepam juga memberi arahan kepada Matahari agar sebelum pelaksanaan RUPS, semua masalah internal diselesaikan.

Seperti diberitakan, transaksi pembelian Matahari Department Store diawali langkah Matahari Putra dan CVC Capital membentuk perusahaan patungan bernama Meadow Asia Company Limited. CVC menguasai 80 persen saham Meadow, dan Matahari Putra memiliki 20 persen.

Meadow Asia dan Matahari Putra menandatangani perjanjian jual-beli pada 23 Januari lalu. Nilai transaksinya US$ 770 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun. Meadow Asia akan membeli 90,76 persen saham Matahari Department Store milik Matahari Putra Prima. 90,76 persen saham itu dimiliki PT Multipolar Tbk sebesar 50,05 persen, PT Star Pasific Tbk 5,45 persen dan 43,50 persen dimiliki publik.

ARIE FIRDAUS