foto

TEMPO/Panca Syurkani



Industri Mebel Targetkan Ekspor Naik 15 Persen

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia Ambar Tjahyono menargetkan ekspor 2010 ini naik 15 persen dibanding tahun lalu. Kenaikan itu, kata Ambar diharapkan bisa menyamai nilai ekspor 2008 yang mencapai US$ 2,651.

"Januari lalu sudah naik 16 persen," katanya usai membuka International Furniture & Craft Fair Indonesia di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (11/3)

Penyelenggaraan pameran mebel ini, kata dia menjadi tolok ukur pertumbuhan ekspor mebel Indonesia. Saat ini sudah ada 2000 buyer dari 106 negara yang register sebelum pameran berlangsung, dari 2500 buyer yang direncanakan.

Jumlah buyer ini, kata dia meningkat dari tahun lalu yang dikunjungi 1721 buyer. Selain jumlah buyer yang meningkat, nilai transaksi pada pameran ini tahun ini juga meningkat dari US$ 170 juta menjadi US$ 250 juta.

Pada IFFINA tahun ini, diramaikan juga exhibitor dari Singapura dan India. Ini menunjukkan pameran ini tidak lagi berskala lokal tapi sudah menjadi pameran yang berskala internasional.

Untuk semakin mendorong ekspor mebel pada tahun ini, asosiasi mebel akan menggelar pameran IFFINA ini dua kali setahun, yaitu pada Maret dan Oktober. "Ini untuk memaksimalkan penggalangan pasar," katanya.

Penyelenggaran pameran dua kali setahun ini juga dinilai lebih menguntungkan ketimbang harus pameran ke luar negeri yang butuh biaya relatif besar. Padahal, kata dia tidak semua pelaku industri mebel mampu pameran ke luar negeri.

IQBAL MUHTAROM