Sheila Majid. Dok: www.sheilamajid.com
Topik
Infografis
Sheila Majid Konser Tiga Makna
TEMPO Interaktif, Bagi Sheila Majid, 25 tahun berkarier tentu bukanlah waktu yang singkat. Perjalanan berliku telah dilampauinya. "Tak selamanya mulus," katanya dalam sebuah jumpa wartawan di Kemang pekan lalu. Tak hanya suka, banyak juga duka yang telah terurai di hati penyanyi yang moncer mengusung lagu ntara Anyer dan Jakarta ini. "Karenanya, di angka ganjil ini, akan saya tandai dengan konser 25 tahun Sheila Majid," katanya dengan bungah.
Ya, benar, 25 tahun perjalanan karier diva asal Malaysia itu bakal ditandai dengan konser solo bertabur berlian. Sebuah konser megah yang dinamainya "A Charity Gala Tribute to Women Featuring Dato Sheila Majid in Aid of Institut Jantung Negara Malaysia" tersebut akan berlangsung di Rumah Mode Couture Kebaya Cosry di Kuala Lumpur, Malaysia, 10 April mendatang.
"Konser ini punya tiga makna sekaligus," ucapnya lagi. Pertama, acara ini dipersembahkan hanya untuk para perempuan, baik di Malaysia maupun Indonesia. Kedua, acara ini sebagai wujud perayaan 25 tahun perjalanan karier sang pelantun Cinta Jangan Kau Pergi.
"Yang ketiga, ini adalah sebuah pameran busana kebaya yang menjadi kebanggaan Indonesia, karena perancangnya juga berasal dari Indonesia," tutur Majid. Perancang busana yang dimaksud Majid adalah Putra Aziz, yang mempopulerkan busana kebaya di negara tetangga tersebut. Seusai konser itu, kebaya bertabur berlian itu akan dilelang, dan hasilnya bakal disumbangkan untuk Institut Jantung Negara Malaysia. | Aguslia Hidayah