foto

TEMPO/Wahyu Setiawan



Sukmawati Soekarnoputri Cinta Kain Indonesia  

TEMPO Interaktif, Sukmawati Soekarnoputri tampak asik memilih-milih lembaran kain. Ketika ditemui di gerai batik dan kerajinan Indonesia di sebuah pusat belanja di kawasan Thamrin, Jakarta, pekan lalu, Sukma terlihat serius.

Dia tak menghiraukan bisik-bisik pengunjung yang memperhatikannya. "Kalau sudah berada di tumpukan kain-kain lokal begini, bikin aku lupa diri. Aku sangat mencintai kain Indonesia di atas segalanya," kata Sukma saat disapa Tempo.

Mengenakan songket kuning yang dipadu dengan baju kurung berbahan sutra Bugis berwarna senada dengan kain, Sukma memberikan kain-kain yang sudah dipilihnya kepada pelayan toko. Sambil menunggu kain pilihannya dicatat di nota pembelian, wanita kelahiran 26 Oktober 1951 itu mengarahkan pandangannya ke rak atau tumpukan kain berikutnya. Kali ini Sukma mendatangi gerai kain tenun endek dan gringsingan dari Bali.

"Aku suka kain bukan hal baru. Kecintaanku pada kain sudah berlangsung lama. Sebelum orang ngeh (sadar) berkain, aku sudah melakukannya, berkain pada setiap kegiatanku," ujar ibu aktor Paundra Karna ini, serius.

Setelah menerima nota pembelian, Sukma menuju kasir. Namun lagi-lagi langkahnya terhenti di bagian tumpukan kain tenun dari Nusa Tenggara. Dengan sangat hati-hati, Sukma memegang lembut setiap helai kain yang menarik perhatiannya. Dia meneliti setiap kain yang sudah berada dalam genggaman atau pegangannya.

"Setiap kain itu selalu punya cerita. Hanya saya yang tahu ceritanya seperti apa, karena proses memegang membuat saya berkomunikasi," dia menambahkan.
Kecintaan Sukma terhadap kain Indonesia bahkan membuatnya lupa diri. Saat berada di tempat begini, ia sering diprotes keluarga. "Berada di sini membuat saya lupa diri. Tidak menghiraukan apakah di luar sana hujan lebat, panas kemarau menyengat, demonstrasi, atau apalah," ujarnya. Lagi-lagi, setelah membayar semua kain pilihannya, Sukma masih mampir ke tempat berikutnya. Hmm, tiap langkah selalu nyangkut dari satu kain ke kain lainnya, nih! | HADRIANI P