Polisi Pamong Praja di Jakarta. TEMPO/Imam Sukamto
Topik
Tanpa Izin, Demo Anti Satpol PP Dibubarkan
TEMPO Interaktif, Jakarta -Polisi membubarkan unjukrasa sekitar 40 anggota Konsorsium Kemiskinan Kota di depan Balai Kota, Jakarta Pusat, siang ini. Unjukrasa yang dipimpin oleh Ketua Konsursium, Wardah Hafid yang menyatakan ingin membubarkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). "Kami ingin Satpol PP dibubarkan."
Sempat terjadi adu mulut antara pengunjuk rasa dengan petugas kepolisian yang berjaga di lokasi. Konsorsium memaksa ingin bertemu dengan Gubernur DKI, Fauzi Bowo, namun dicegah oleh 35 personil polisi. Namun, polisi mengusir pengunjuk rasa. Wakil Kepala Polsek Gambir, AKP Handini mengatakan terpaksa mengusir karena aksi Wardah cs tanpa izin. "Mereka tidak izin sebelumnya ke polisi kalau akan demo," kata Handini.
Wardah cs. berunjuk rasa karena tak terima dengan meninggalnya tiga warga DKI, yang disebutnya meninggal karena ulah Satpol PP. "Satpol PP itu dibiayai oleh APBD. Dan APBD itu duit rakyat! Masa mereka justru menyebabkan tiga orang warga meninggal?" ujar Wardah.
Tiga orang yang meninggal itu Ari Susanto, 17, Muhamad Faisal, 17, dan Christian Adi Wibowo. Ketiganya tewas sehubungan dengan razia Satpol PP. Ari tewas di kanal banjir timur saat menghindari kejaran Satpol PP, Rabu pekan lalu (3/3), Faisal menghindari Satpol PP sehingga tertabrak truk di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (1/3), dan Bowo meninggal Rabu pekan lalu (3/3) tenggelam di Kali Mookevart karena dikejar Satpol PP Kecamatan Cengkareng.
ISMA SAVITRI