Biji Plastik, Sumber Utama Api di Pabrik Swallow

TEMPO Interaktif, Jakarta -Meski telah mengerahkan 21 unit mobil pemadam kebakaran, petugas pemadam kebakaran masih sulit memadamkan sisa api di pabrik sandal Swallow. Asap masih terlihat tebal dan membubung tinggi dari pabrik sekaligus gudang bahan mentah PT. Sinar Jaya Prakasa itu.

Seorang petugas pemadam kebakaran yang menolak disebut namanya mengaku kesulitan menuju pusat titik api. "Apinya di bawah tumpukan gedung dan karung biji plastik," kata petugas itu. Ia memperkirakan butuh waktu lama untuk benar-benar memadamkan api. "Bisa tiga hari kalau begini terus."

Apalagi tidak ada eskavator sehingga runtuhan puing tidak dapat dipindahkan. Kalau saja puing bisa dipindahkan, kata petugas itu, ia dan teman-temannya bisa lebih cepat memadamkan api Petugas itu juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan air. "Perusahaan tidak punya hidran."

Perhatian dari pemilik pabrik pun tak ada. "Sejak tadi malam tidak ada makanan dan minuman dari perusahaan," ujarnya.
 
Meski banyak kesulitan, Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Sujadi mengatakan,  kebakaran tidak merembet ke lokasi lain. "Kami dapat melokalisir api sehingga tidak menjalar ke mana-mana," katanya kepada Tempo siang ini. Namun, beberapa informasi diperoleh Tempo justru sebaliknya .Seorang penjaga gudang mengatakan, api sempat menjalar ke gudang PT. Kopindo Loka yang bersebelahan dengan pabrik sandal itu. "Gudang habis semua, isinya kayu," ujar seorang penjaga gudang itu.

FEBRIYAN