Topik
Dapat Jatah Beras Malah Buat Pakan Ternak
TEMPO Interaktif, Bangkalan - Gara-gara bembagian beras yang diterima warga miskin disejumlah desa di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, berkualitas buruk, sejumlah warga Desa Angger Agung, Kecamatan Socah lebih memilih memberikannya ke ternak mereka ketimbang di masak untuk di makan.
"Warnanya kekuning kuningan, baunya juga apek," kata Top Rahman, warga Desa Sangger Agung Kecamatan Socah Bangkalan, Jumat (12/3).
Menurut dia, jatah Raskin yang buruk, sudah sering diterima warga. Jika tidak kuning dan berbau apek, bahkan terkadang bercampur pasir dan kerikil. Karena tidak tahu cara mengembalikan dan harus mengadu pada siapa, warga akhirnya memilih menjadikan beras Bulog tersebut sebagai pakan ternak. "Pernah saya konsumsi, perut malah mules dan nasinya cepat basi," ujarnya.
Keluhan serupa juga diungkapkan Rasimin warga Desa Kelean. Tidak hanya bau, beras kadang lekas menggumpal seperti sudah lama terkena air.
Rasimin mengaku jatah Raskin bulog masih sama yaitu 15 kilogram pertiga bulan dengan harga tebus Rp 1600 per kilogram.
Kepala Bulog Bangkalan, Usman mengaku belum menerima laporan. Namun dia mengakui, jatah beras miskin di Bangkalan memang sisa stok beras tahun 2009. "Kalau kualitasnya buruk kembalikan saja ke kami, nanti diganti," ujarnya singkat.
MUSTHOFA BISRI