Polisi Pastikan Pengendara RAV 4 Nicholas

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya memastikan pengendara mobil RAV4 yang mengalami kecelakaan maut di Menteng, Jakarta Pusat adalah Nicholas. Kepala Sub Bidang Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKB Johanson Ronald Simamora mengatakan fakta itu terkuak setelah polisi memeriksa 4 saksi yang berada di belakang mobil berplat nomor B-8095-NL. "Mereka dua mobil beriringan, jadi mereka melihat bahkan ikut menolong. Kami sudah periksa empat orang," ujarnya hari ini.

Jumat malam (26/2) sekitar pukul 22.58, Rio bersama empat temannya Nikita, 16 tahun, Yanuar Trayadi, 17 tahun, Lesia, 16 tahun dan Nicolas, 15 tahun melintas dari arah Rasuna Said, Kuningan menuju Menteng. Saat menuruni jembatan, mobil RAV4 melaju cepat di jalur paling kanan jalan, sebelum akhirnya kehilangan arah menjelang turunan jembatan layang.

Dari pemeriksaan diketahui rombongan siswa kelas II SMU IPEKA Tomang datang dari arah Kemang, Jakarta Selatan menuju arah Roxy, Jakarta Barat. "Setelah minum jus di Kemang, mau melanjutkan ke Roxy. Maklum hari libur," tambahnya. Dalam mobil, Alfin Januar Tan Triadi duduk di sebelah Nicholas. Di bagian belakang duduk Lysia Kosasih, Rio Hartanto Wijaya dan Nikita Putri. "Rio berada di tengah, karena tidak pakai sabuk pengaman, diperkirakan dia terlempar saat posisi mobil terguling. Kaca belakang juga pecah," jelas Johanson.

Sebelumnya almarhum Rio disebut - sebut sebagai pengemudi mobil impor asal Jepang itu. Petugas Traffic Managemen Centre AKP Mujiana menduga Rio sebagai pengendara yang tidak mengenakan sabuk pengaman sehingga jasadnya terlempar sejauh 15 meter dan ditemukan di atas kanopi beton setinggi 2,5 meter milik pejabat Kementerian Agama di Jalan Sumenep nomor 1, Jakarta Pusat. Dugaan ini langsung dibantah Johanson. "Mobil itu juga tercatat milik ibunda Nicholas," kata dia.

Fakta ini menganulir rencana Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Condro Kironi untuk menghentikan penyelidikan karena pengendara ikut tewas. "Pengendara tewas, penyelidikan otomatis berhenti," ujarnya ditemui di ruang kerjanya pekan lalu.

Johanson juga meralat, mobil yang dikemudikan Nicholas dipastikan 2006, bukan tahun 2006 seperti diberitakan sebelumnya. Namun polisi terus memeriksa dugaan kesalahan produksi pada pedal gas mobil impor itu, pasalnya dari keterangan saksi, mobil yang dikendarai Nicholas telah menginjak rem namun kecepatan mobil tidak menurun. "Saksi melihat lampu rem menyala, kemungkinan mereka mau lurus, lalu tidak bisa rem dan menghantam taman pembatas sebelum akhirnya terbang," jelasnya.

Fakta ini nantinya akan dikonfirmasikan dengan keterangan saksi ahli dari Toyota Astra Motor dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang melakukan uji teknis kepada semua kendaraan yang masuk ke wilayah Jakarta, termasuk jenis impor ataupun build up. "Kami sudah buat surat ke Toyota dan Dishub, tapi mereka belum dimintai keterangan," tambahnya.

VENNIE MELYANI