Mustafa Abubakar. TEMPO/Mazmur A. Sembiring
Menteri BUMN Bertemu Bos PGN Pekan Obroli Pasokan Gas
TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar mengatakan akan bertemu Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) pekan depan untuk mengevaluasi ketersediaan gas pada 2010.
"Rabu atau Kamis depan akan bertemu Pak Hendi (Dirut PGN) untuk mencari solusi dan opsi-opsi terbaik berkaitan masalah gas ini," kata Mustafa di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (12/03).
Terkait pemotongan suplai gas industri keramik sebesar 20 persen, Mustafa mengatakan, "Kementerian BUMN menghendaki jangan sampai ada pemotongan, karena implikasinya cukup besar kepada pengangguran, besar sekali dampak ekonominya."
Mustafa berharap Indonesia dapat memaksimalkan pemanfaatan sumber-sumber gas yang ada agar kebutuhan pasokan gas sektor industri dapat terpenuhi. "Kalau ada the last resources yang bisa kita pakai untuk menyelamatkan situasi, kita harus maksimalkan terlebih dahulu," ujarnya.
Selain itu, menurut Mustafa, pihaknya juga sangat terbuka jika ada pilihan lain untuk membeli gas dari luar negeri. "Secara umum kita terbuka opsi untuk membeli gas dari luar, secara business to business itu terbuka saja," tutur Mustafa.
Seperti diberitakan, PGN berencana mengurangi alokasi gas hingga 20 persen dari total kuota untuk sektor industri untuk kontrak baru periode 2010-2011 mulai 1 April mendatang.
Industri keramik saat ini mengalami kendala dalam suplai gas, padahal industri ini sangat potensial dalam menghadapi pasar bebas Asia dan pasar bebas ASEAN. Oleh karena itu, Asosiasi Industri Aneka Keramik Indonesia (ASAKI) meminta pemerintah memberikan jaminan keteraturan pasokan gas bagi industri keramik.
NALIA RIFIKA