AP Photo
Topik
Blatter Anggap Penggunaan Teknologi Garis Gawang Mahal
TEMPO Interaktif,Zurich:Pengenalan teknologi garis gawang ditolak lantaran terlalu mahal dan tidak bisa diterapkan universal. Penilian itu disampaikan bos FIFA Sepp Blatter.
FIFA menolak proposal Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) dalam pertemuan tahunan yang ingin mengenalkan teknologi garis gawang pekan lalu. “Penggunaan teknologi modern memakan biaya yang mahal untuk itu tidak bisa digunakan di tingkat global. Banyak pertandingan, meskipun pada turnamen elit tidak ditayangkan di televisi. Contohnya, kami memutuskan untuk tidak menayangkan 900 pertandingan awal Piala Dunia,” tegas Blatter yang menulis di laman pribadi FIFA (fifa.com), Jumat (13/3).
“Peraturan yang sama harus diterapkan pada semua pertandingan di kompetisi yang sama,” Blatter menjelaskan.
Menurut Blatter, peraturan yang sama harus diterapkan pada semua pertandingan di seluruh dunia. Di markas besar FIFA, Zurich IFAB memperbaharui pengetahuannya soal perkembangan teknologi garis gawang dari Cairos, yang telah mengembangkan sebuah bola microchip, dan mata elang, yang berbasiskan kamera.
“Jika IFAB telah menyetujui penggunaan teknologi garis gawang, apa yang bisa menolak penggunaan teknologi terhadap aspek lainnya pada pertandingan? Kata Blatter. “Setiap keputusan di setia wilayah lapangan nantinya akan dipertanyakan,” terangnya. Pria Swiss itu menginginkan keputusan di lapangan diserahkan kepada manusia, dengan mengatakan bahkan bukti penggunaan komputer masih bisa diperdebatkan.
“Apa pun teknologi yang diterapkan, pada akhirnya keputusan akan berakhir di tangan manusia. Seringkali, meski setelah dilakukan tayangan ulang lambat video, 10 ahli sepak bola mempunyai pandangan yang berbeda terkait keputusan yang harus diambil,” tegas Blatter.
AP | BAGUS WIJANARKO