Pemain Persib Bandung, Cristian Gonzales bersama rekan rekannya berlatih di Stadion Kanjuruhan Malang, Jumat (18/12). Latihan tersebut jelang melawan Arema Indonesia dalam gelaran Indonesia Super League, besok sabtu (19/12). TEMPO/Nurdiansah
Topik
Hadapi Persib, Arema Pasang Kewaspadaan Tinggi
TEMPO Interaktif, Malang - Pelatih Arema Indonesia Robert Alberts menilai laga tandang melawan tuan rumah Persib Bandung merupakan duel bergengsi. Kedua tim akan bertemu untuk ke-12 kalinya di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (14/3) sore.
Kepada wartawan di Malang sebelum berangkat ke Bandung, Robert menyampaikan melawan tim Maung Bandung serasa melawan tim nasional. Ini merujuk banyaknya pemain Persib yang memperkuat tim nasional PSSI, seperti Budi Sudarsono, M. Atep, Maman Abdurachman, Eka Ramdhani, Hariono, dan bekas kiper Arema Markus Horison. “Tidak masalah. Itu malah jadi tantangan yang menarik bagi kami,” kata Robert, Jumat (12/3).
Robert sangat mewaspadai agresifitas Budi Sudarsono dan kawan-kawan di menit-menit akhir pertandingan. Kewaspadaan ini berdasarkan hasil 12 kali pertemuan sejak pertemuan 14 Februari 2002 di Stadion Siliwangi, Bandung, dalam kompetisi Divisi Utama. Waktu itu Persib unggul 2-1. Total, tim asuhan Jaya Hartono itu unggul lima kali—empat kali menang di kandang: 2002 (2-1), 2005 (2-0), 2006 (1-0), 2008 (2-1)—atas Arema. Arema menang empat kali. Sisa tiga pertandingan berakhir seri.
Robert menilai Persib tim bagus yang diperkuat pemain berkualitas dan bermental baja. Meski tertinggal lebih dulu 0-1 dari Bontang FC pada laga Kamis (11/3) di Bandung, tapi Persib akhirnya mampu membalik kedudukan menjadi keunggulan 2-1 dalam tempo 20 menit terakhir babak kedua. “Mereka punya semangat juang pantang menyerah. Itu yang sangat kami waspadai,” kata Robert.
Robert sangat berharap Markus Horison tampil karena ia mengetahui kelemahan bekas pemain asuhannya itu sebelum ia pecat pada Februari lalu. Pemain yang ia perhitungkan bakal menyulitkan serangan timnya adalah trio penyerang Hilton Moreira, Christian Gonzales, dan Budi Sudarsono, serta pemain tengah Hariono, Atep, dan pemain asal Jepang, Satoshi Otomo. Mereka ini dianggap sebagai motor kekuatan Persib.
“Kami sudah pelajari kelemahan mereka. Hasilnya dilihat di lapangan saja,” pelatih berdarah Belanda itu menegaskan, seraya menyatakan timnya memiliki keuntungan berupa masa pemulihan yang lebih panjang daripada tim lawan.
Penyerang andalan Arema berpaspor Singapura, Noh Alam Shah alias Along, berjanji membobol gawang Persib. Pemain berdarah Bawean, Madura, itu sudah mengetahui kelemahan Markus Horison hingga ia berharap Markus dimainkan.
Katanya, “Saya tahu kelebihan dan kekurangan dia karena kami pernah satu tim. Dia (Markus) harus waspada karena kami harus menang.”
ABDI PURMONO
Web via