Sholahudin Wahid. TEMPO/Arie Basuki
Topik
Gus Solah dan Achmad Bagja Dijagokan Gantikan Hasyim Muzadi
TEMPO Interaktif, Batu -Pengurus Cabang Nadhatul Ulama (PC NU) Kota Batu menjagokan dua nama untuk memimpin NU periode mendatang. Kedua nama itu adalah Achmad Bagja dan Sholahudin Wahid (Gus Sholah) untuk posisi Pengurus Tanfidziah. "Mereka mempunyai kapabilitas yang tidak perlu diragukan lagi," kata Sekretaris Dewan Tanfidz PC NU Kota Batu Ashar Chilmi, Sabtu (13/3).
Menurut Ashar, kelemahan kepemimpinan NU selama ini adalah tidak bisa menjaga jarak NU dengan politik praktis. Akibatnya, NU sering dimanfaatkan untuk kepentingan politik sesaat yang hanya menguntungkan pihak tertentu. "Ini merugikan Nadliyin," ujarnya.
Di masa mendatang, jarak antara NU dan politik praktis harus dibatasi dengan tegas. Untuk itu diperlukan figur pemimpin yang tegas. "Pak Achmad Bagja dan Gus Sholah yang bisa menjaga benteng NU agar berjarak dengan politik praktis," tutur Ashar.
Dari kedua calon tersebut, soal siapa yang terpilih dalam Muktamar NU di Makasar 23 Maret mendatang tak ada masalah. NU Kota Batu yakin salah satu dari keduanya akan terpilih. Ini karena keduanya banyak mendulang dukungan dari cabang-cabang.
Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi mengatakan kebutuhan NU yang sekarang perlu dipenuhi adalah pengembalian masyarakat NU ke jatidiri NU yang sesungguhnya. Selama ini, jatidiri NU mulai tergerus karena faktor regenerasi yang seringkali mentotelir kelonggaran nilai. "NU perlu mewariskan pelestarian nilai-nilai NU," katanya.
Selain itu, adalah pengembalian pegangan bangsa yang hilang karena kebebasan yang tidak terformat. Kehilangan pegangan ini tak hanya membahayakan agama tetapi juga negara. Bagi KH Hasyim, orang muslim harus keislamananya, orang Kristen harus sadar kekristenannya, dan orang Indonesia harus sadar keindonesiaannya. "Ssekarang semuanya kabur. Harus ada penegasan agama yang mengindonesia dan Indonesia yang mereligius."
BIBIN BINTARIADI