foto

Aparat polisi memeriksa korban tewas yang diduga teroris dalam kontak senjata di lintasan jalan negara, Leupung, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (12/3). ANTARA/Ampelsa



Polisi Sektor Lumpuhkan Teroris Aceh  

TEMPO Interaktif, Jakarta -  Delapan anggota Kepolisian Sektor Leupung, Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam, kemarin melumpuhkan sekelompok orang yang diduga teroris. Dua orang tewas ditembak di tempat. Delapan orang lainnya ditangkap hidup-hidup.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Bambang Hendarso Danuri kemarin mengatakan kelompok itu merupakan bagian dari kelompok teroris yang tengah diburu Detasemen Khusus 88 Antiteror. "Ini tindak lanjut dari kelompok teroris yang sama," kata Jenderal Bambang di Markas Besar Polri kemarin.

Dua orang yang ditembak adalah Enceng Kurnia alias Jaja alias Umar Yusuf asal Lampung dan Pura Sudarma alias Muttaqin asal Bandung, Jawa Barat. "Jaja itu salah seorang pentolan teroris yang diburu polisi," kata Kepala Kepolisian Daerah Aceh Inspektur Jenderal Adityawarman.

Sumber Tempo di kepolisian mengatakan, peran penting yang diemban kedua orang ini antara lain melakukan penyerangan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas beberapa waktu lalu.

Dari tangan anggota kelompok ini, polisi menyita dua pucuk senjata jenis AK-47, tiga pucuk M-16, satu pucuk pistol, 25 magasin, ratusan butir peluru, dan sejumlah uang.

Sebelumnya, Mabes Polri menyatakan kelompok teroris Aceh mendapat pasokan senjata dan dana dari jaringan Jamaah Islamiyah yang beroperasi di wilayah Jawa, termasuk dari kelompok Pamulang, Banten.

Menurut Adityawarman, kelompok yang disergap kemarin masih bagian dari kelompok teroris yang lolos dalam penyergapan di kawasan Lamkabeu, pekan lalu. Dalam sebuah kontak senjata dengan kelompok teroris Aceh ini, tiga anggota polisi tewas.

Informasi keberadaan kelompok ini, kata Adityawarman, berasal dari laporan warga Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar. Mereka melihat sekelompok orang mencurigakan menyewa mobil angkutan jenis L-300 menuju wilayah barat Aceh.

Warga lalu melapor ke kepala desa, yang meneruskan laporan ke markas militer dan polisi setempat. Begitu menerima laporan, Polda Aceh memerintahkan semua kepolisian tingkat resor dan sektor melakukan razia atas kendaraan yang melintas. Delapan anggota Polsek Leupung termasuk yang melakukan razia itu.

Saat anggota Polsek Leupung merazia mobil L-300 itu, penumpang di bangku depan mencoba kabur. Pura Sudarma sempat menembak polisi dengan pistol, tapi tembakan dia meleset. Sebaliknya tembakan polisi membuat Pura dan Enceng Kurnia tersungkur. "Itu membutuhkan keberanian yang luar biasa," kata Adityawarman memuji anak buahnya.

Dengan tertangkapnya kelompok teroris di Leupung, menurut Adityawarman, aparat telah meringkus 31 orang dari kelompok teroris Aceh. Empat orang di antaranya tewas saat penyergapan.

Adi Warsidi | Sutji Decilya | Cornilla Desyana  I Evana Dewi